Share

2 Penambang Pasir di Ngawi Tewas Tertimbun Longsor

Agregasi Solopos, · Selasa 22 Januari 2019 21:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 22 519 2008023 2-penambang-pasir-di-ngawi-tewas-tertimbun-longsor-DeIs4M3zNd.jpg Longsor di Ngawi. (Foto: Polres Ngawi/Madiunpos)

NGAWI - Dua pria penambang pasir di Dusun Kesongo, Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, meninggal dunia tertimbun longsoran tanah, Selasa (22/1/2019) sekira Pukul 14.00 WIB.

Dua penambang pasir yang meninggal itu adalah Wagiman (57) dan Suyoko (51). Keduanya merupakan warga Dusun Kesongo, Desa Kedungputri, Kecamatan Paron.

Kasubbag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono mengatakan, dua penambang pasir meninggal dunia setelah tertimpa tanah longsor yang akan mereka tambang.

Ilustrasi.

Kejadian nahas itu bermula saat kedua pria itu bersama 12 orang lainnya menambang pasir di pinggir Sungai Kesongo yang masuk wilayah Petak 441 RPH Widodaren. Mereka menambang pasir di lokasi itu dengan alat-alat manual seperti cangkul.

"Sebenarnya pekerjaan mereka adalah seorang petani. Mereka mencari tambahan untuk menyambung hidup dengan menambang pasir di lokasi kejadian," ujar dia.

(Baca juga: Rawan Longsor Susulan, Pencarian Korban Longsor di Wonosobo Dihentikan)

Setelah menambang dan berhasil mendapatkan satu truk pasir, mereka kemudian melanjutkan proses penambangan pasir. Saat sedang menambang itu, tebing yang akan diambil pasirnya tiba-tiba longsor.

Kedua pria nahas itu berada di sekitar lokasi kejadian dan tertimpa material longsoran. "Tebing ini bisa longsor akibat struktur tanah yang labil karena terus menerus diguyur hujan," kata Eko.

Mendapati temannya tertimbun longsor, penambang lain pun langsung melakukan evakuasi. Setelah ditemukan kondisi keduanya sudah meninggal dunia. Suyoko ditemukan salam posisi jongkok dengan menghadap ke barat. Sedangkan Wagiman ditemukan dalam kondisi duduk dengan punggung bersandar tanah galian dengan menghadap ke timur.

Setelah diperiksa dari tim media Puskesmas Teguhan. Kedua jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini