Sementara itu terpisah Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Mohammad Ansor mengatakan, telah melihat langsung kondisi sekolah tersebut memang sangat memprihatikan karena musibah longsor itu. Karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan bahwa para siswa tidak boleh putus sekolah.
"Kami akan menyampaikan kepada pemerintah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT, dan mengupayakan agar disediakan bantuan tenda darurat agar anak-anak kita tidak boleh berhenti sekolah," katanya.
(Baca Juga : Tanah Longsor di Manado, Seorang Balita Tewas Tertimpa Beton Rumah)
Ansor juga mengaku segera berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait untuk melakukan rehabilitasi dan relokasi sekolah itu karena berada di daerah aliran sungai yang rawan longsor. "Ini daerah rawan longsor, bukan hanya lokasi sekolah ini saja tetapi rumah-rumah penduduk juga bisa terancam bahaya longsor," katanya.
Hal senada disampaikan Anggota Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo. Menurut dia, dengan kewenangannya akan meminta pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan untuk segera membangun gedung kelas baru. Namun demikian, dia meminta pihak sekolah untuk mau direlokasi karena lokasi saat ini sangat rentan longsor. Winston berharap para siswa tetap dipersiapkan untuk menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang sudah hampir tiba.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.