nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sembunyikan HP Curian di Makam, Residivis Kasus Pencurian Kembali Dibui

Kuntadi, Jurnalis · Senin 25 Februari 2019 13:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 25 510 2022484 sembunyikan-hp-curian-di-makam-residivis-kasus-pencurian-kembali-dibui-OioLEW1X2Z.jpg San alias Mletot, Residivis Kasus Pencurian yang Kembali Ditangkap karena Mencuri di Gerai Ponsel (foto: Kuntadi/Okezone)

BANTUL – Seorang residivis kasus pencurian, San (44) warga Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah, diamankan petugas Reskrim Polres Bantul. Dia diduga telah melakukan pencurian puluhan handphone di salah satu gerai yang ada di Kasihan, Bantul.

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Rudy Prabowo mengatakan aksi pencurian ini dilakukan San alias Mletot pada 13 Februari 2019. Menggunakan sepeda onthel dia beraksi di konter handphone milik Roem Abdurrahman yang ada di Gatak, Desa Tamantirto, Kasihan, Bantul yang sudah diincarnya.

(Baca Juga: Abdullah Nyolong HP di Masjid Hasilnya untuk Kencan dengan PSK) 

Dengan cara memanjat tembok dan menjebol eternit dia masuk ke dalam gerai dan membawa sejumlah handphone. Barang curian ini pun dibawa dengan keranjang yang ada di sepedanya. Selanjutnya sebagian disimpan di sebuah makam. Beberapa handphone hasil curian juga sudah dijual ke beberapa gerai.

Terungkapnya kasus ini, setelah pada esok harinya korban membuka gerai ponselnya. Saat masuk eternit atap ruangan konter sudah jebol. Barang dagangan berupa handphone yang ada di etalase juga sudah raib. Kerugian ditaksir mencapai Rp25 juta.

Kasus inipun dilaporkan ke polisi dan dilakukan penyelidikan. Hingga akhirnya tersangka diamankan di tempat kostnya di wilayah Umbulharjo, Yogyakarta.

“Barang curian itu sebagian disimpan di TPU. Dia sengaja mencuri karena sering lewat dan melihat banyak HP, sehingga timbul niatan untuk mencuri,” jelas Rudy dalam pers rilis di halaman Mapolres Bantul, Senin (25/2/2019).

 

Polisi juga menyita 18 unit handphone, dan 7 unit LCD handphone dengan berbagai merek sebagai barang bukti. Akibat perbuatannya dia dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman makismal 7 tahun penjara.

Tersangka selama ini bekerja di sebuah tempat pengepul barang bekas (rongsok). Dia merupakan residivis yang sudah dua kali melakukan aksi pencurian berupa kabel proyek di Kulonprogo. Dalam aksinya dia selalu melakukannya seorang diri.

“Dia sudah dua kali mencuri di Kulonprogo dan diproses hukum,” terangnya.

(Baca Juga: Komplotan Pencuri Barang Garmen Senilai Puluhan Juta Rupiah Diringkus) 

Sementara Mletot mengaku mengaku baru setahun tinggal di Yogyakarta dan bekerja di tempat pengepul barang bekas. Dia nekat mencuri karena masalah ekonomi.

“Biasanya saya beli barang rongsokan, tetapi saya khilaf mencuri,” ujar Mletot.

Beberapa barang curian inipun sudah ada yang dijual. Sebagian lainnya masih disimpan. Uang hasil penjualan dipakai untuk makan dan rokok.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini