nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Guru di Vietnam Rela Jalan Kaki 100 Kilometer Demi Nonton KTT Trump dan Kim Jong-un

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 09:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 01 18 2024347 guru-di-vietnam-rela-jalan-kaki-100-kilometer-demi-nonton-ktt-trump-dan-kim-jong-un-XZpfy5hkzC.jpg Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dalam pertemuan di Hanoi, 28 Februari 2019. (Foto: Reuters)

HANOI – Meski gagal menghasilkan kesepakatan, pertemuan tingkat tinggi (KTT) antara Presiden Amerika Serikat (AS) dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un banyak menarik perhatian, tidak hanya dari dunia internasional, tetapi dari kalangan warga Vietnam.

Antusiasme tersebut terlihat dari kerumunan massa yang menunggu di belakang barikade di depan Hotel Metropole, Hanoi, yang menjadi lokasi pertemuan. Di antara mereka bahkan ada yang rela menempuh perjalanan jauh demi menyaksikan pertemuan antara kedua pemimpin negara yang berseteru itu.

BACA JUGA: Trump dan Kim Jong-un Gagal Capai Kesepakatan di KTT Hanoi

Salah satu dari mereka adalah Trinh Dang, seorang guru geologi dari Provinsi Thai Binh, yang berjarak sekira 100 kilometer dari Ibu Kota Hanoi. Dang yang datang ke lokasi pertemuan bersama seorang muridnya, Giang Yen dan teman muridnya, Ngo Thao mengatakan, dia tertarik dengan hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan hingga rela berjalan kaki dari Thai Binh ke Hanoi.

“Saya tertarik dengan masalah Korea Utara dan hubungan kedua Korea. Saya datang ke sini dari Provinsi Thai Binh dengan berjalan kaki, ” kata Dang sebagaimana dikutip Korea Herald pada Rabu, 27 Februari.

Dia memperlihatkan foto-foto keluarga dari kedua Korea yang saling berpegangan tangan dan meneteskan air mata di sebuah acara reuni untuk keluarga yang terpisah, dan mengaku bahwa dia sangat tersentuh dengan pemandangan itu.

BACA JUGA: Tiba di Vietnam dengan Kereta, Kim Jong-un Disambut dengan Karpet Merah

"Saya berharap suatu hari mengunjungi Seoul dari Hanoi dengan kereta api," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KTT di Hanoi gagal mencapai kesepakatan setelah AS menolak untuk mencabut sanksi terhadap Korea Utara sebagai ganti perlucutan senjata dan pembongkaran secara penuh fasilitas pembuatan senjata nuklir di Yongbyon.

Kegagalan tersebut menimbulkan tanda tanya akan masa depan proses denuklirisasi di Semenanjung Korea yang tengah diupayakan oleh kedua negara.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini