nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahfud MD: Polisi Harus Profesional Tangani Kasus Andi Arief

Antara, Jurnalis · Selasa 05 Maret 2019 19:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 05 337 2026224 mahfud-md-polisi-harus-profesional-tangani-kasus-andi-arief-4XJMpANOMB.jpg Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD (Foto: Dok. Okezone)

SURABAYA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013, Mahfud MD meminta polisi untuk tetap profesional dalam menangani kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang melibatkan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief.

"Andi Arief ditangkap dan macam-macam, saya menyerukan polisi profesional. Jangan ada pertimbangan politik, karena dari partai politik biar tidak gaduh ditunda dulu, hukum tidak begitu," kata Mahfud, seperti dilansir dari Antaranews.com, Selasa (5/3/2019).

Menurut Komisioner Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu, hukum harus bekerja cerdas. Jika ada yang ketahuan maka harus dibuktikan dan tidak boleh ada pertimbangan ini tokoh politik.

"Termasuk Andi Arief dan semua, berdasar bukti dan tidak boleh pilih orang, pilih kasus dan tidak dipengaruhi politik, baik agenda politik umum, tekanan politik atau pun pesanan politik kelompok tertentu. Polisi harus profesional," ucapnya, menegaskan.

Andi Arief Tertangkap Narkoba

Menurutnya, pembangunan hukum di Indonesia agak terganjal karena politik telah bergeser oleh oligarki secara partikal. Saat ini, kata Mahfud, kekuatan politik didominasi oleh para elitenya dan ini saling berkolusi membuat aturan tidak menguntungkan rakyat.

"Para elite itu tidak mengerti hubungan internasional dan kedaulatan. Itu sebabnya pembangunan hukum tersendat," kata Mahfud.

Sebelumnya pada Minggu 3 Maret 2019, penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap Andi Arief di salah satu hotel di kawasan Slipi, Jakarta Barat, terkait dugaan penyalahgunaan narkoba.

Andi Arief diduga menggunakan narkotika jenis sabu sebelum dilakukan penggerebekan oleh kepolisian. Pada penggerebekan itu, polisi dibantu pihak hotel juga membongkar kloset untuk mencari barang bukti berupa alat hisap sabu (bong).

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini