nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Kantongi Bukti Terlibatnya Aspri Menpora Imam Nahrawi di Suap Dana Hibah KONI

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 12 Maret 2019 10:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 12 337 2028782 kpk-kantongi-bukti-terlibatnya-aspri-imam-nahrawi-di-suap-dana-hibah-koni-aTZxiNESlH.jpg KPK (Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi bukti-bukti awal keterlibatan Miftahul Ulum selaku Asisten Pribadi (Aspri) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, dalam perkara dugaan suap terkait pengurusan dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, bukti awal keterlibatan Miftahul Ulum sudah dituangkan dalam dakwaan dua petinggi KONI, Ending Fuad Hamidy dan Johny E Awuy ‎yang dibacakan oleh tim Jaksa pada Senin, 11 Maret 2019, kemarin.

 Baca juga: Aspri Imam Nahrawi Disebut-sebut Ngatur Suap untuk Pejabat Kemenpora

"Kalau sudah dituangkan di dakwaan itu artinya sudah ada bukti-bukti awal yang dimiliki oleh tim sampai kemudian itu dituangkan secara tertulis dan nanti akan diuji di proses persidangan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2019).

 Febri Diansyah (Okezone)

Dalam dakwaan dua petinggi KONI, Miftahul Ulum disebut mempunyai peran cukup besar di perkara dugaan suap percepatan pencairan dana hibah dari pemerintah untuk KONI melalui Kemenpora. Miftahul Ulum disebut sebagai orang yang mengatur besaran fee yang harus disiapkan petinggi KONI untuk pejabat Kemenpora.

Miftahul Ulum dan Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy‎ sepakat besaran uang suap untuk sejumlah pejabat Kemenpora sekira 15 sampai 19 persen dari total nilai bantuan dana hibah yang diterima oleh KONI Pusat.

 Baca juga: Sekjen KONI Suap Pejabat Kemenpora dengan Mobil Fortuner

Selain itu, Miftahul Ulum juga disebut berperan dalam proses percepatan pencairan dana terkait proposal dukungan KONI Pusat terkait pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun kegiatan 2018.

Ulum berperan mengarahkan Ending Fuad untuk memerintahkan Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Pusat, Suradi, mencatat nama-nama pejabat Kemenpora yang akan mendapat dana komitmen fee.

Namun, Febri masih enggan berbicara lebih jauh soal aliran dana untuk Miftahul Ulum dalam perkara ini. Sebab, dakwaan yang telah dibacakan oleh tim Jaksa membeberkan peran dua petinggi KONI dan pihak-pihak terlibat yang berkaitan.

 Baca juga: Sekjen dan Bendum KONI Segera Disidang Terkait Suap Penggunaan Dana Hibah

"Saya kira terlalu cepat ya kalau dijawab sekarang benar atau tidak benarnya karena justru ada dakwaan ini kami uraikan dugaan-dugaan perbuatan. mulai dari perbuatan terdakwa dan juga peran dari pihak-pihak lain," jelasnya‎.

Dalam perkara ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umumnya, Johny E Awuy didakwa telah menyuap pejabat Kementeriaan Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Imam Nahrawi (Okezone)

Pejabat Kemenpora yang diduga menerima suap dari dua petinggi KONI itu yakni, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Adhi Purnomo serta seorang staf Kemenpora, Eko Triyanto.

Kedua petinggi KONI tersebut menyuap pejabat Kemenpora dengan tujuan untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan dana hibah Kemenpora RI yang akan diberikan kepada KONI.

Johny dan Ending didakwa menyuap pejabat Kemenpora dengan memberikan satu unit Toyota Fortuner hitam, uang Rp300 juta, kartu ATM debit BNI dengan saldo Rp100 juta, serta Ponsel merek Samsung Galaxy Note 9.

Atas perbuatannya, keduanya didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini