Bawaslu Dipercaya Tidak Akan Bisa Dijadikan Alat Politik

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 26 Maret 2019 19:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 26 606 2035315 bawaslu-dipercaya-tidak-akan-bisa-dijadikan-alat-politik-mgQxMKwG9d.jpg ilustrasi

JAKARTA - Kinerja Bawaslu dalam menegakkan keadilan Pemilu 2019. terutama ketika menindak sejumlah pelanggaran kampanye medapat apresiasi dari Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Darmadi Durianto yang sempat dituding melakukan pelanggaran kampanye.

“Hasil pleno terkait laporan dugaan tindak pidana Pemilu terhadap saya, tidak dapat diteruskan, karena bukan pelanggaran tindak pidana Pemilu. Bawaslu bersama Gakumdu yang terdiri dari kepolisian dan kejaksaan benar-benar objektif, bisa membedakan mana fitnah dan mana fakta,” ujar Darmadi Durianto, Selasa (26/3/2019).

Menurut Bendahara Umum Megawati Institute itu, sejak awal ia meyakini Bawaslu akan objektif dan tidak bisa dijadikan alat politik.

“Saat saya datang ke kantor Bawaslu untuk melakukan klarifikasi penyidik juga terlihat bekerja profesional, saya melakukan klarifikasi dan menegaskan bahwa dalam laporan itu tidak benar, tidak berdasarkan fakta dan mengada-ada,” tuturnya.

(Baca Juga: 120 Lembaga Pemantau Pemilu 2019 Berasal dari Dalam dan Luar Negeri)

Dalam surat pemberitahuan yang telah diumumkan di kantor Bawaslu Jakarta Barat, Senin 25 Maret 2019, menyatakan perkara No.002/LP/PL-/Kec-Tambora/12.02/III/2019 bukan tindak pidana Pemilu. Sehingga tidak dapat diteruskan atau tidak dapat ditindaklanjuti.

Berdasarkan penelitian dan pemeriksaan dalam surat yang ditandatangani Ketua Bawaslu Jakarta Barat Oding Junaidi tertanggal 22 Maret 2019, menyatakan, laporan dugaan pelanggaran tindak pidana Pemilu berupa dugaan pelanggaran kampanye di tempat ibadah oleh Darmadi Durianto Caleg nomor urut 1 PDI Perjuangan Dapil DKI Jakarta III pada acara Festival Cap Go Meh di Jalan Krendang Raya Tambora Jakarta Barat, bukan pelanggaran tindak pidana Pemilu.

“Kami juga melakukan pemeriksaan lapangan dan meminta keterangan dari saksi ahli, sehingga pada tahap kesimpulan dari Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan dapat disimpulkan hasil yang objektif, karena kami senantiasa bekerja professional dalam menangani setiap laporan,” kata Ketua Bawaslu Jakarta Barat, Oding Junaidi saat dikomfirmasi di kantornya beberapa waktu lalu.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini