"saya tidak yakin akan membaik kondisi kesehatan saya kecuali saya tahu bagaimana nasib keluargaku."
Seperti domba yang menunggu untuk disembelih
Tokoh masyarakat Uighur Nurmuhammad Majid telah mewakili komunitasnya selama lebih dari satu dekade sekarang.
Dia mengatakan karyanya telah membuat marah Pemerintah China dan, karena itu, dia belum mendengar kabar dari keluarganya yang tinggal di Tiongkok.
Dia mengatakan banyak orang Uighur khawatir jika berbicara mungkin memiliki konsekuensi bagi kerabat mereka di China.
"Pemerintah China mengulurkan tangan kepada para Uighur di luar negeri, termasuk warga Australia ... dengan mengintimidasi mereka atau melecehkan mereka," kata Majid.
"Orang-orang masih takut untuk membicarakan pengalaman atau penderitaan anggota keluarga mereka ... karena mereka masih memiliki begitu banyak anggota keluarga di (provinsi Xinjiang).
"Salah seorang warga Uighur... menggambarkan situasinya ... 'kami hidup seperti domba yang menunggu untuk disembelih'.
"Beberapa orang yang telah kembali dari China tahun lalu ...dan masih takut membicarakan pengalaman mereka ... mereka mengatakan 'Aku (masih) punya orang tua saya'."

Majid mengatakan, Pemerintah Australia perlu meningkatkan tekanan pada China tentang situasi hak asasi manusia di Xinjiang.
"Kami belum melihat pemerintah Australia mengambil langkah aktif untuk mengkritik pemerintah China," katanya.
"Kita perlu meminta pemerintah Australia untuk memahami nilai-nilainya sendiri. Ini adalah demokrasi liberal yang membela hak asasi manusia.
"Kami ingin memastikan bahwa anggota masyarakat Uighur yang tinggal di Australia aman, tidak terintimidasi, tidak diganggu oleh pemerintah asing."
(Rachmat Fahzry)