Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gelar Rakor, Wiranto Ingin Pastikan Pemilu 2019 Berjalan Kondusif

Fahreza Rizky , Jurnalis-Jum'at, 05 April 2019 |12:20 WIB
Gelar Rakor, Wiranto Ingin Pastikan Pemilu 2019 Berjalan Kondusif
Menko Polhukam Wiranto (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Akhir Penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019 pada Kamis 4 April 2019. Rakor untuk memantapkan penyelenggaran pesta demokrasi lima tahunan.

Menko Polhukam Wiranto melalui Sesmenko Polhukam Letjen TNI Agus Surya Bakti mengatakan , saat ini bangsa Indonesia sedang melaksanakan tahapan Pemilu Serentak Tahun 2019, sebagai bentuk proses demokrasi untuk memilih wakil-wakil rakyat dan pemimpin bangsa periode tahun 2019-2024.

“Saya berharap proses tahapan Pemilu yang sedang berjalan saat ini, jangan sampai mengganggu stabilitas politik, hukum dan keamanan yang sedang berjalan. Pemilu juga harus dapat menjaga dan menjamin serta menjaga situasi yang kondusif sehingga membawa ketenangan bagi masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya,” ujarnya membacakan sambutan Menko Polhukam, melalui siaran persnya, Jumat (5/4/2019).

(Baca Juga: PPP Pertanyakan Hasil Survei Charta Politika)

Tahapan Pemilu Serentak Tahun 2019 yang sedang dijalankan saat ini menghadapi banyak sekali kerawanan dan tantangan baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Kerawanan dari dalam meliputi aspek Penyelenggara Pemilu dengan segala pendukungnya.

Ilustrasi

Sementara kerawanan dari luar dalam bentuk berkembangnya hoaks, ujaran kebencian (hate speech) maupun menonjolnya politik identitas bermuatan SARA yang disebarkan secara massif oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab guna menimbulkan keresahan dan ketidakpercayaan masyarakat kepada Pemerintah dan Penyelenggara Pemilu.

“Karena terlalu banyaknya hoaks yang disebarkan terutama melalui media sosial telah menimbulkan keresahan dan ketakutan ditengah masyarakat, bahkan muncul opini seolah-olah pada saat “hari H” pemungutan suara akan terjadi chaos dan kerusuhan massal, padahal situasi keamanan negara kita sangat stabil,” katanya.

Agus mengungkapkan, Menko Polhukam telah menyampaikan agar para penyebar hoaks yang menimbulkan keresahan dan ketakutan di tengah-tengah masyarakat sebaiknya dijerat dengan Undang-Undang Terorisme.

“Pendapat tersebut telah menimbulkan pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat. Terlepas dari situasi tersebut, sejatinya hal itu disampaikan beliau semata-mata karena rasa cinta kepada Tanah Air yang sangat mendalam,” tuturnya.

(Baca Juga: Jokowi Kirim Surat Soal OSO, Ini Kata KPU)

Kegiatan rapat koordinasi ini bertujuan untuk mensosialisasikan penyelesaian atau solusi atas permasalahan-permasalahan dalam tahapan penyelenggaraan Pemilu Serentak tahun 2019, sehingga pada akhirnya terwujud kesiapan akhir penyelenggaraan Pemilu Serentak tahun 2019 dari sisi pemerintah selaku fasilitator maupun KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement