nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri PPPA: Kasus AU Akibat Munculnya Industri Digital

Dina Prihatini, Jurnalis · Senin 15 April 2019 18:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 15 337 2043831 menteri-pppa-kasus-au-akibat-munculnya-industri-digital-F3i4khZasI.jpg

PONTIANAK - Tiga tersangka Anak Berhadapan Hukum (ABH) yang merupakan siswi SMA Kota Pontianak dihadapkan langsung dengan Menteri Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise di Kantor Walikota Pontianak sekitar pukul 15.43 WIB.

"Kasus ini gara-gara korban industri digital sehingga perilaku mereka yang berubah dan terpengaruh sesama teman mereka membuat cerita yang Go International dan menjadi viral," ungkapnya kepada wartawan di Kantor Pemkot Pontianak, Senin (15/4/2019).

Ketiganya dibawa menemui Menteri PPPA untuk diberikan pemahaman oleh menteri yang akrab disapa Mama Yo itu. Mereka pun diberikan semangat sehingga para pelaku masih dapat melanjutkan sekolah dan kuliah.

"Tadi Mama Yo beri nasihat dan mendengarkan apa yang terjadi tanpa intervensi karena mereka punya hak yang sama dengan anak-anak lainnya apalagi yang mau lanjut kuliah karena ada yang sudah kelas VIX," jelas Mama Yo.

Terhadap hasil dari pertemuan diakui Menteri PPPA bahwa pemerintah, pihak Kepolisian serta seluruh pihak terkait harus memegang teguh aturan yang berlaku.

"Upaya diversi mediasi terus dilakukan karena sistem peradilan anak tidak sama dengan peradilan umum sesuai dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002. Dan kita harus menghormati aturan yang berlaku," tegasnya.

Mama Yo kembali mengatakan jika ia salah satu penggagas dan yang membuat UU sehingga ia mengerti bagaimana seharusnya kasus ini diselesaikan.

"Jadi saya yang harus merangkul mereka selain saya Menteri Perlindungan Anak tetapi juga saya yang membuat UU. Selain saya mencegah hal-hal di luar ini karena mereka memiliki masa depan mereka berhak bersekolah sama haknya dengan anak-anak Indonesia lainnya," paparnya.

Sementara itu, Kapolresta Pontianak Kombes Pol, Muhammad Anwar Nasir menjelaskan jika kasus ABH yang menimpa tiga siswi SMA di Pontianak yang diduga melakukan penganiayaan terhadap AU, siswi SMP telah memenuhi berkas perkara.

"Berkas perkara sudah memenuhi unsur sehingga dinyatakan lengkap atau P21," ungkap Kapolres kepada wartawan.

Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menambahkan usai melakukan pertemuan dengan pihak ABH, Polresta dan pihak terkait, Menteri langsung menemui korban AU yang saat ini tengah berada dirumah pribadi dan tidak lagi dirawat di RS.

"Setelah melihat korban, Bu Menteri langsung ke Bandara," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini