Menurut Dandim Pio Nainggolan, kelompok ini mengarahkan tembakan mereka kepada aparat keamanan dan penyelenggara pemilu di wilayah itu. Bahkan, saat Hely Bell milik Penerbad yang hendak melakukan penjemputan logistik pemilu di Distrik Alama, pilot sempat mendengar suara tembakan, hingga akhirnya memutuskan tidak mendarat di lapangan terbang Distrik Alama.
Akibat peristiwa itu, Dandim bersama Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto kemudian menggunakan dua Hely Bell milik Penerbad untuk melakukan evakuasi terhadap anggota TNI/Polri yang melakukan pengamanan pemilu beserta penyelenggara pemilu itu sendiri. Juga bersamaan dengan dokumen C1 Plano yang berisi hasil pemungutan suara di wilayah itu.
Baca Juga : Suara Tembakan Ganggu Penjemputan Logistik Pemilu di Mimika Papua
Sementara untuk logistik pemilu lainnya berupa kotak suara dan dokumen lainnya, direncanakan dijemput setelah kondisi di Distrik Alama benar-benar aman dari gangguan kelompok bersenjata.