Selain itu, waktu kampanye selama enam bulan ini dinilai telah memakan biaya yang sangat banyak. Penggabungan antara pilpres dan pileg juga dinilai membuat konsentrasi pemilih lebih dominan tertuju ke pilpres.
(Baca juga: BIN Pastikan Situasi Nasional Aman Terkendali Pasca-Pilpres)
"Di satu sisi meningkatkan partisipasi pemilih, namun di sisi lain membuat konsentrasi pemilih ke pilpres, bukan pileg. Padahal, keduanya adalah satu tarikan napas," jelas Juru Bicara Koalisi Indonesia Kerja (KIK) itu.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.