Evaluasi Pemilu Serentak 2019: Waktu Kampanye Dinilai Terlalu Lama

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 22 April 2019 08:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 22 606 2046265 evaluasi-pemilu-serentak-2019-waktu-kampanye-dinilai-terlalu-lama-W7AHKomQ8s.jpg Ilustrasi pemilihan umum. (Foto: Ist)

JAKARTA – Politikus PDIP, Faozan Amar, memberikan beberapa poin catatan terkait evaluasi penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019. Menurut calon anggota legislatif (caleg) PDIP dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah V ini, waktu kampanye selama enam bulan dinilai terlalu lama sehingga sangat menguras energi.

(Baca juga: Tiga Petugas KPPS di Banten Gugur saat Bertugas, Belasan Jatuh Sakit)

"Beberapa hal yang perlu dievaluasi antara lain waktu kampanye yang terlalu lama. Kampanye selama enam bulan itu terlalu lama dan melelahkan,” kata Faozan ketika berbincang dengan Okezone, Senin (22/4/2019).

Ilustrasi pemilu. (Foto: Reuters)

Selain itu, waktu kampanye selama enam bulan ini dinilai telah memakan biaya yang sangat banyak. Penggabungan antara pilpres dan pileg juga dinilai membuat konsentrasi pemilih lebih dominan tertuju ke pilpres.

(Baca juga: BIN Pastikan Situasi Nasional Aman Terkendali Pasca-Pilpres)

"Di satu sisi meningkatkan partisipasi pemilih, namun di sisi lain membuat konsentrasi pemilih ke pilpres, bukan pileg. Padahal, keduanya adalah satu tarikan napas," jelas Juru Bicara Koalisi Indonesia Kerja (KIK) itu.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini