Suka Duka Panitia Pemungutan Suara di Tangsel, Jarang Pulang hingga Pingsan saat Bertugas

Hambali, Jurnalis · Senin 22 April 2019 11:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 22 606 2046347 suka-duka-panitia-pemungutan-suara-di-tangsel-jarang-pulang-hingga-pingsan-saat-bertugas-n5wdIgVQRD.jpg Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Serua, Ciputat, Tangerang Selatan, Sutisna saat Dirawat di RS UIN Jakarta (foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - Hiruk-pikuk proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang sudah berlangsung, nampaknya menyisakan kisah tersendiri bagi petugas penyelenggara di lapangan. Satu diantaranya adalah Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang bertugas di tiap kelurahan ataupun desa.

Mereka menyandang tugas berat penuh resiko, lantaran kehadirannya bersentuhan langsung di tengah-tengah para pemilih. Sederet tanggung jawab yang dijalani petugas PPS, sangat menentukan keberlangsungan pesta demokrasi di tingkat bawah.

Baca Juga: Evaluasi Pemilu Serentak 2019: Waktu Kampanye Dinilai Terlalu Lama  

Namun jarang yang mengetahui, bahwa dalam melaksanakan tugasnya PPS seolah dipaksa oleh tanggung jawab yang dimiliki. Pagi, siang dan malam mereka tak henti harus bekerja ekstra keras mengikuti tahapan demi tahapan Pemilu.

 

Hal demikian terungkap dari cerita seorang pria paruh baya bernama Sutisna, Ketua PPS Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel). Saking tingginya perhatian terhadap tugas-tugas itu, dia menuturkan, setiap hari lebih sering bertemu kotak suara ketimbang istri dan keluarganya di rumah.

"Saya lebih sering ketemu kotak suara dari pada bertemu istri di rumah," ucap Sutisna kepada Okezone, di GOR Ciputat.

Dia memaparkan, kerja keras itu semakin bertambah begitu memasuki hari H pencoblosan, yaitu Rabu 17 April 2019. Di mana, dia harus pergi pagi hari, dan baru pulang pada dini hari, bahkan sering pula terus berlanjut hingga menjelang pagi.

"Di Kelurahan Serua ini ada 112 TPS, dan saya beserta petugas yang lain harus menjalani semua prosesnya sampai selesai," sambungnya.

Tugas dan tanggung jawab yang dipikul Sutisna sebagai Ketua PPS Serua, harus terbentur pada kondisi fisiknya yang mulai kelelahan. Pada hari Sabtu 20 April 2019 kemarin, dia pun jatuh pingsan dan langsung dilarikan ke RS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat.

Diduga kuat, Sutisna pingsan akibat kelelahan saat proses rekapitulasi penghitungan suara berlangsung di GOR Ciputat. Diperparah lagi kondisi ruangan yang minim alat pendingin, hingga membuat sirkulasi udara tak cukup baik bagi para petugas yang sedang bekerja di dalamnya.

"Kemarin sempat pingsan, mungkin kelelahan saja," tuturnya.

Ketua KPU Kota Tangsel, Bambang Dwitoro, ikut membesuk dan mendampingi Sutisna selama menjalani perawatan di rumah sakit. Dia memberi kelonggaran dengan membebaskan tugas Sutisna sampai kesehatannya pulih kembali.

"Kesehatan dan keselamatan juga harus diperhatikan. Jadi kepada Pak Sutisna memang kami meminta agar beristirahat lebih dulu," ungkap Bambang saat membesuk Sutisna, kemarin.

Baca Juga: Dituding Ada Kecurangan di Bangkalan, Ini Respons KPU dan Bawaslu 

Kini, Sutisna pun telah kembali beraktifitas dengan mendatangi GOR Ciputat. Dia bersikeras, jika kesehatannya telah pulih dan harus kembali melaksanakan tanggung jawab sebagai Ketua PPS Serua. Meskipun wajah pucat dan langkah kakinya yang sedikit gontai menyiratkan, bahwa Sutisna masih harus beristirahat lebih lama.

"Saya khawatir kalau tidak mengawasi langsung ke lokasi," urainya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini