Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Anggota KPPS Solo, dari Kerja 24 Jam Nonstop hingga Dirawat di IGD

Agregasi Solopos , Jurnalis-Senin, 22 April 2019 |12:09 WIB
Cerita Anggota KPPS Solo, dari Kerja 24 Jam Nonstop hingga Dirawat di IGD
Ilustrasi Tempat Pemungutan Suara atau TPS (foto: Okezone)
A
A
A

“Tanpa istirahat, nonstop, proses itu sangat melelahkan,” tutur Ipung.

Hal senada disampaikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasat Kliwon, Priyono. Ia menyebut proses penghitungan hingga rekapitulasi suara cukup menyulitkan petugas KPPS. Beberapa bahkan tak cukup paham alurnya sehingga harus didampingi PPS.

“Meski sudah menerima bimbingan teknis (bintek), beberapa anggota KPPS masih belum cukup mengerti. Kami menerima telepon untuk membimbing KPPS sampai mereka menguasai proses,” ucapnya.

Baca Juga: Evaluasi Pemilu Serentak 2019: Waktu Kampanye Dinilai Terlalu Lama 

Pemahaman KPPS tak hanya perkara rumit seperti mengisi formulir rekap suara. Mereka bahkan sulit mengerti perbedaan formulir C1-C7 dan formulir lainnya. “Di TPS 09 Kelurahan Gajahan, prosesnya baru selesai Kamis pukul 11.00 WIB, hampir 36 jam atau mendekati batas waktu rekap suara pukul 12.00 WIB tepat,” jelas Priyono.

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement