SOLO - Sejumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota Solo mengeluhkan beratnya tugas dan tanggung jawab dalam mengawal proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang digelar secara serentak antara pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.
Ketua KPPS Tempat Pemungutan Suara (TPS) 27 Kampung Hepi Joho RT007/RW010, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Ipung Kurniawan Yunianto, mengatakan jika pemilu mendatang masih menggunakan sistem serupa 2019, ia khawatir tak banyak orang yang bersedia menjadi KPPS.

Baca Juga: Suka Duka Panitia Pemungutan Suara di Tangsel, Jarang Pulang hingga Pingsan saat Bertugas
Terlebih, honor yang diberikan tidak sebanding dengan pekerjaannya. Ipung menyebut honor Ketua KPPS senilai Rp550.000, sementara anggota KPPS Rp500.000.