Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Anggota KPPS Solo, dari Kerja 24 Jam Nonstop hingga Dirawat di IGD

Agregasi Solopos , Jurnalis-Senin, 22 April 2019 |12:09 WIB
Cerita Anggota KPPS Solo, dari Kerja 24 Jam Nonstop hingga Dirawat di IGD
Ilustrasi Tempat Pemungutan Suara atau TPS (foto: Okezone)
A
A
A

SOLO - Sejumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota Solo mengeluhkan beratnya tugas dan tanggung jawab dalam mengawal proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang digelar secara serentak antara pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

Ketua KPPS Tempat Pemungutan Suara (TPS) 27 Kampung Hepi Joho RT007/RW010, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Ipung Kurniawan Yunianto, mengatakan jika pemilu mendatang masih menggunakan sistem serupa 2019, ia khawatir tak banyak orang yang bersedia menjadi KPPS.

Ilustrasi TPS (Oke)

Baca Juga: Suka Duka Panitia Pemungutan Suara di Tangsel, Jarang Pulang hingga Pingsan saat Bertugas 

Terlebih, honor yang diberikan tidak sebanding dengan pekerjaannya. Ipung menyebut honor Ketua KPPS senilai Rp550.000, sementara anggota KPPS Rp500.000.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement