Dugaan Pelanggaran Administrasi, 2 TPS di Bengkulu Gelar PSU Serentak

Demon Fajri, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 14:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 24 606 2047448 dugaan-pelanggaran-administrasi-2-tps-di-bengkulu-gelar-psu-setentak-WaSgcxZnFJ.jpg 2 TPS di Bengkulu Gelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) karena Ada Pelanggaran Administrasi (foto: Demon Fajri/Okezone)

BENGKULU - Paska adanya dugaan pelanggaran administrasi, dua tempat pemungutan suara (TPS) di provinsi Bengkulu menggelar pemungutan suara ulang (PSU), pada Rabu (24/4/2019). Pelaksanaan PSU tersebut berlangsung di Kota Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko.

Untuk di Kota Bengkulu, PSU berlangsung di TPS 15 Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Sementara di Kabupaten Mukomuko, di Desa Sidodadi, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Kawal Penghitungan Suara Pemilu 2019 

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Bengkulu, Halid Saipullah mengatakan, PSU yang digelar serentak di dua daerah di Bengkulu tersebut lantaran adanya dugaan pelanggaran administrasi saat Pemilu, pada Rabu 17 April 2019.

Dugaan pelanggaran tersebut, terang Halid, adanya pemilih yang menggunakan hak suara bukan berasal dari domisili di daerah tersebut atau berasa dari luar provinsi Bengkulu. Sehingga, kata Halid, dua wilayah tersebut direkomendasikan untuk di gelar PSU.

''Hari ini, ada dua TPS yang menggelar pemungutan suara ulang (PSU), di Kota Bengkulu dan Mukomuko. PSU di gelar karena adanya dugaan pelanggaran administrasi,'' kata Halid, ketika meninjau PSU di TPS 15 Kelurahan Rawamakmur Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, Rabu (24/4/2019).

2 TPS di Bengkulu Gelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) karena Adanya Pelanggaran Administrasi (foto: Demon Fajri/Okezone)	 

Selain di Kota Bengkulu dan Mukomuko, lanjut Halid, di tiga kabupaten lainnya di provinsi berjuluk ''Bumi Rafflesia'' juga akan mengelar PSU. Tiga daerah tersebut, Kabupaten Kaur, Kepahiang dan Kabupaten Seluma.

Di Kaur, terang Halid, terdapat dua lokasi, seperti di TPS 1 desa Tanjung Kemuning dan TPS 2, desa Tanjung Kemuning III Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur. Untuk di Kepahiang, terdapat di TPS 2, 3 dan TPS 4, desa Kampung Bogor Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang.

Sementara khusus di Seluma, terang Halid, PSU akan digelar di dua TPS di salah satu desa di wilayah tersebut. Namun, kata Halid, PSU di daerah tersebut masih dalam kajian Bawaslu dan KPU setempat. Sehingga belum dapat dipastikan kapan akan menggelar PSU.

PSU dilima daerah (Kota Bengkulu, Mukomuko, Kepahiang, Kaur dan Seluma) di Bengkulu, sambung Halid, tersebar di sembilan TPS. Di mana PSU digelar lantaran adanya dugaan pelanggaran administrasi saat pemilu, pada Rabu 17 April 2019.

Dugaan pelanggaran tersebut, berupa adanya warga dari laura provinsi yang menggunakan ha suara di TPS dilima kabupaten/kota tersebut.

''Pelaksanaan PSU di Kabupaten Kaur dan Kepahiang akan dijadwalkan pada Sabtu 27 April 2019. Namun, untuk jadwal di Seluma, belum dapat dipastikan. Sebab, di Seluma masih dalam kajian Bawaslu dan KPU setempat,'' terang Halid.

Sementara itu, Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, KPU Kota Bengkulu, Anggi Stephensent mengatakan, dari 1.007 TPS di Kota Bengkulu, hanya satu TPS yang menggelar PSU.

Hal tersebut adanya dugaan pelanggaran administrasi saat pemilu, pada Rabu 17 April 2019. Pelaksanaan PSU di TPS 15, terang Anggi, tidak berbeda dengan Pemilu, pada Rabu 17 April 2019. Di pemilih yang telah memilih hak suara di wilayah tersebut mendapatkan formulir C6.

Selain itu, kata Anggi, pemilih juga mendapatkan surat lembaran pemberitahuan setiap pemilih untuk dijadikan sebagai izin kepada instansi tempat pemilih bekerja agar memberikan izin dalam rangka PSU.

''Semoga dengan PSU ini partisipasi masyarakat di sini (TPS 15) dapat lebih maksimal,'' jelas Anggi.

Baca Juga: 51 TPS di NTT Lakukan Pemungutan Suara Ulang 

Di TPS 15, lanjut Anggi, terdapat 203 daftar pemilih tetap (DPT). Dalam pelaksanaan PSU tersebut, KPU menyediakan 208 surat suara. Baik, calon presiden dan calon wakil presiden, DPD, DPR-RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kota Bengkulu.

''Mekanismenya sama. Hanya saja formulir di surat suara terdapat tulisan PSU,'' ucap Anggi.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini