"Untungnya sebelum banjir bandang ke dua warga sudah lari ke gunung menyelamatkan diri. Kalau tidak banyak yang meninggal karena tingginya lumpur sampai di atap rumah," katanya.
Bahkan, lanjutnya, malam saat kejadian rumah warga sama sekali tidak kelihatan akibat tertutup lumpur yang terbawa banjir dari lereng pegunungan di sekitar Desa Bangga.
"Untung paginya sudah kelihatan. Waktu malam pas kejadian rumah tertutup lumpur," ucapnya.
Hal senada diungkapkan Dakria, warga Dusun II yang merupakan dusun terparah. Beruntung, dia dan seluruh keluarganya cepat menyelamatkan diri.
"Kita tinggal mengharapkan bantuan dari pemerintah karena rumah kami habis. Tidak bisa ditinggali lagi," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
(Baca Juga: Puluhan Rumah Warga Desa Balongga Sigi Rusak Diterjang Banjir)