JK: Tuduhan Petugas KPPS Diracun Itu Berlebihan!

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 13 Mei 2019 14:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 13 605 2055056 jk-tuduhan-petugas-kpps-diracun-itu-berlebihan-xaP0KjMcxM.jpg Wakil Presiden Jusuf Kalla

JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan visum jenazah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) harus dengan izin keluarga.

Sebelumnya, calon presiden 02 Prabowo Subianto meminta pemeriksaan medis serta visum terhadap ratusan jenazah anggota KPPS karena dinilai kematian tak wajar.

"Itu terserah keluarganya. Visum ini harus izin keluarga," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

(Baca Juga: Keluarga Almarhum Ketua KPPS Solo Tolak Dilakukan Autopsi)

Di samping itu, JK juga mempertanyakan adanya isu kematian petugas KPPS karena diracun. Menurut dia isu yang mencuat tersebut sangat berlebihan dan tidak berdasar motifnya.

"Mungkin, tuduhan bahwa itu diracun berlebihan. Motifnya apa? Mau dapat suara? Mana mungkin, jadi tidak begitu. Segala sesuatu harus kita periksa motifnya," jelasnya.

JK menuturkan, meninggalnya ratusan petugas KPPS disebabkan rumitnya sistem Pemilu Serentak 2019. Petugas yang meninggal kelelahan akibat serentaknya pesta demokrasi tahun ini.

"Kerumitan sistem pemilu, kecapean, tanpa istirahat dan di ruangan terbuka serta jangan lupa, stress itu. karena ketua-ketua KPPS ini kan di desa-desa, belum tentu dia betul-betul memahami sistem ini yang rumit, bisa bingung dia," tukas dia. (aky)

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini