Dia menjelaskan, kronologi penyerahan senjata itu berawal dari patroli rutin dan kegiatan Civil Military Coordination (CIMIC) yang dilakukan Satgas Indo RDB di wilayah Desa Kashege yang berjarak sekira 87 kilometer dari pusat Kota Kalemie pada dua minggu lalu.
Adapun kegiatan CIMIC yang digelar di antaranya pemeriksaan dan konsultasi kesehatan secara gratis, perpustakaan mini, serta psikologi sosial (permainan anak-anak).
Saat kegiatan berlangsung, papar Dwi, empat mantan kombatan mendatangi personel Satgas. Mereka bermaksud menyerahkan senjatanya secara sukarela.
"Saat anggota kita sedang melakukan kegitan CIMIC di Desa Kashege, datang empat orang eks kombatan untuk menyerahkan senjata dengan sukarela," kata Dwi, "Mereka dari Etnis Twa, di bawah komando Sugara, May-may Perci."
