nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks Kombatan Kongo Serahkan Empat AK-47 kepada Satgas TNI MONUSCO

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 07:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 12 337 2065511 eks-kombatan-kongo-serahkan-empat-ak-47-kepada-satgas-tni-monusco-i2UZJvWZ4H.jpg Eks kombatan di Kongo menyerahkan senjata ke Satgas TNI Monusco. (Foto: Dispenad)

JAKARTA – Wujud kepercayaan menciptakan perdamaian di wilayah Provinsi Tanganyika, Kongo, Afrika, eks kombatan memberikan hadiah kepada Satgas Kontingen Garuda (Konga) TNI XXXIX-A RDB/MONUSCO dengan menyerahkan empat pucuk senpi AK-47 beserta munisinya. Penyerahan ini dilakukan beberapa hari sebelum hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

Hal itu sebagaimana disampaikan Komandan Satgas (Dansatgas) Konga XXXIX-A/ RDB MONUSCO atau Indo RDB Kolonel Inf Dwi Sasongko dalam keterangannya, di Kalemie, Republik Demokratik Kongo, Afrika, Selasa 11 Juni 2019.

Ia mengungkapkan, secara simbolis keempat senjata AK-47 beserta empat magasin dan 23 munisi itu diserahkan staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR RR) Mr Salvator Musavuli kepada Dansatgas Indo RDB di Soekarno Camp Indo RDB pada Selasa 4 Juni.

"Ini hanya simbolis, setelah diterima dari eks kombatan beberapa waktu lalu di Desa Kashege," ungkap Dwi.

(Foto: Dispenad)

Dia menjelaskan, kronologi penyerahan senjata itu berawal dari patroli rutin dan kegiatan Civil Military Coordination (CIMIC) yang dilakukan Satgas Indo RDB di wilayah Desa Kashege yang berjarak sekira 87 kilometer dari pusat Kota Kalemie pada dua minggu lalu.

Adapun kegiatan CIMIC yang digelar di antaranya pemeriksaan dan konsultasi kesehatan secara gratis, perpustakaan mini, serta psikologi sosial (permainan anak-anak).

Saat kegiatan berlangsung, papar Dwi, empat mantan kombatan mendatangi personel Satgas. Mereka bermaksud menyerahkan senjatanya secara sukarela.

"Saat anggota kita sedang melakukan kegitan CIMIC di Desa Kashege, datang empat orang eks kombatan untuk menyerahkan senjata dengan sukarela," kata Dwi, "Mereka dari Etnis Twa, di bawah komando Sugara, May-may Perci."

(Foto: Dispenad)

Atas iktikad baik tersebut, lanjut Dwi, langsung ditindaklanjuti oleh Kapten Inf Agung Sedayu yang saat itu sebagai perwira tertua dalam kegiatan CIMIC tersebut.

"Kapten Agung laporan ke saya. Saya langsung perintahkan dia untuk koordinasi dengan Kepala Desa setempat dan juga Staf UN dalam hal ini DDR (RR)," ungkap Dwi.

Setelah dipastikan waktu dan tempat penyerahan tersebut, papar Kolonel Dwi, barulah Satgas mengirim sejumlah personel yang tergabung dalam Tim Long Range Patrol (LRP) bersama Staf (DDR RR) ke Desa Kashege.

"Serah-terima dilakukan di Desa Kashege, selang beberapa hari sejak mereka (eks kombatan) laporan," imbuh Dwi.

(Foto: Dispenad)

Bukan hanya acara penyerahan senjata, tambah Dwi, pada hari itu juga diisi penyuluhan psikologi kepada mantan kombatan dan keluarganya terkait status dari kombatan menjadi warga biasa. Kegiatan ini dipimpin oleh Kapten Caj Deliyana selaku Perwira Psikologi Satgas Indo RDB.

"Patut kita syukuri ini adalah bentuk kepercayaan mereka (eks kombatan) kepada Satgas," terang Dwi.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada prajurit yang telah bekerja keras dengan tulus dan ikhlas, telah melaksanakan LRP dan kegiatan pembinaan teritorial, sehingga masyarakat merasa aman atas kehadiran pasukan Kontingen Garuda di wilayah Provinsi Tanganyika.

"Saya bangga kepada kalian. Keberhasilan ini merupakan dedikasi seluruh prajurit satgas kepada bangsa dan negara," ucap Dwi, "Saya berharap ke depan nama Indonesia akan selalu harum di mata dunia."

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini