JAKARTA - PT Delta Djakarta meraih keuntungan mencapai Rp 100,48 miliar pada tahun buku 2018. Jumlah tersebut meningkat 88,3 persen dibandingkan tahun buku 2017 yang harga per lembar sahamnya hanya Rp260 dan menerima dividen sebesar Rp54,6 miliar.
Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP-BUMD) DKI Jakarta Riyadi mengatakan, meski mendapat terjadi keuntungan hampir dua kali lipat, hal itu tak akan mempengaruhi Pemprov DKI untuk melepas saham perusahaan yang bergerak di penjualan minuman beralkohol tersebut.
Baca Juga: Anies: Penjualan Saham di Perusahaan Bir Tak Perlu Kajian!
Dia menyebut bahwa dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilakukan Rabu, 19 Juni 2019, pihaknya mengusulkan agar dividen yang diberikan per lembar sahamnya adalah sebesar Rp240,12 atau maksimal Rp260. Yang artinya pemprov tak meminta saham tersebut naik hingga hampir dua kali lipat.
"DKI waktu RUPS mengusulkan 1 lembar saham itu 241 atau maksimal 260, sama seperti tahun lalu. Tapi keputusan RUPS, 478 (perlembar). Yang diputuskan kan 478. DKI kalah suara. Yang diputuskan 478, ya kita ngikutin 478 dong, masa kita jalan sendiri. Namanya enggak demokratis kalau saya terima yang 50,4 miliar," kata Riyadi saat dihubungi, Kamis 20 Juni 2019.