nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tegang dengan India Soal Otonomi Kashmir, Pakistan Belum Pertimbangkan Langkah Militer

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 09:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 09 18 2089701 tegang-dengan-india-soal-otonomi-kashmir-pakistan-belum-pertimbangkan-langkah-militer-G4lfMlURUU.jpg Foto: Reuters.

ISLAMABAD – Pakistan terus meningkatkan tekanan diplomatiknya terhadap India menyusul pencabutan status otonomi khusus Kashmir yang dilakukan New Delhi pekan ini. Namun, Islamabad mengatakan pihaknya belum mempertimbangkan untuk mengambil langkah militer terkait situasi ini.

Pada Kamis, Pakistan telah menghentikan seluruh layanan kereta ke India dan melarang pemutaran semua film India atau yang dikenal sebagai Bollywood. Langkah itu diambil setelah Islamabad menyatakan akan menurunkan tingkat hubungan diplomatiknya dengan New Delhi dengan mengusir utusan India dari negaranya serta menarik pulang duta besarnya di India.

BACA JUGA: Otonomi Kashmir Dicabut, Pakistan Usir Diplomat India, Tarik Duta Besarnya dari New Delhi

"Pakistan sedang mencari opsi politik, diplomatik dan hukum," kata Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi dalam konferensi pers di Islamabad sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (9/8/2019). Dia juga mengesampingkan terjadinya konflik militer baru dengan India, menyatakan bahwa Pakistan tidak mencari opsi militer.

"Kami tidak melihat opsi militer,” tambahnya. India dan Pakistan telah terlibat dalam dua perang untuk memperebutkan Kashmir.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, India mencabut status otonomi khusus di Jammu dan Kashmir, dua wilayah mayoritas Muslim di negara itu, yang juga diklaim oleh Pakistan.

Pencabutan status otonomi Kashmir itu dikecam oleh Islamabad yang menyebutnya sebagai langkah ilegal yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Pakistan berjanji untuk mengambil semua opsi yang memungkinkan guna membatalkan pencabutan otonomi tersebut.

BACA JUGA: Pertama Kalinya dalam Tujuh Dekade, India Cabut Status Otonomi Khusus di Kashmir

Di tengah meningkatnya kembali ketegangan antara kedua negara, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres meminta India dan Pakistan untuk menahan diri, dan tidak mengambil langkah yang status khusus wilayah Jammu dan Kashmir yang disengketakan.

Dalam pernyataan yang disampaikan Juru Bicara Stéphane Dujarric, Guterres mengatakan bahwa dia "prihatin dengan laporan pembatasan di sisi Kashmir India," dan memperingatkan bahwa tindakan seperti itu dapat "memperburuk situasi hak asasi manusia di kawasan itu".

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini