nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemimpin Hong Kong: Aturan Hukum Rusak, Pemulihan Kota Bisa Berlangsung Lama

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 13 Agustus 2019 11:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 13 18 2091222 pemimpin-hong-kong-aturan-hukum-rusak-pemulihan-kota-bisa-berlangsung-lama-XCE8ayFPWw.jpg Pemimpin Hong Kong Carrie Lam. Foto/Reuters

HONG KONG - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam Selasa, (13/8/2019) mengatakan bahwa kegiatan melanggar hukum atas nama kebebasan bisa merusak aturan hukum dan pemulihan kota akibat protes dari massa pro-demokrasi bisa berlangsung lama.

"Kekerasan akan mendorong Hong Kong ke jalur yang tidak bisa kembali, serta bisa menjerumuskan masyarakat Hong Kong ke dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan dan berbahaya," kata Lam saat konferensi pers mengutip Reuters, Rabu (13/8/2019).

"Situasi di Hong Kong dalam seminggu terakhir telah membuat saya sangat khawatir, kita telah mencapai situasi berbahaya," tambahnya.

Baca juga: Kendaraan Militer China Konvoi Menuju Kota Dekat Hong Kong

Baca juga: Cathay Pacific Ancam Pecat Karyawan jika Ikut Demo Massa Pro-Demokrasi Hong Kong

Foto/Reuters

China mengatakan protes massa anti-pemerintah selama dua bulan terakhir merupakan aksi terorisme.

Lam membela tindakan polisi kota yang sering bentrok dengan para pengunjuk rasa. Dia mengatakan polisi menghadapi keadaan yang sangat sulit dan terikat oleh aturan yang kaku dan ketat.

Ia meminta para pedemo berhenti melakukan protes agar membuat Hong Kong tidak hancur.

"Luangkan waktu sebentar untuk berpikir, lihat kota kita, rumah kita, apakah kalian semua benar-benar ingin melihatnya didorong ke jurang yang dalam?" ujar Lam menambahkan.

Foto/Reuters

China pada Senin mengatakan protes di Hong Kong, yang awalnya menentang RUU ekstradisi yang telah ditangguhkan tapi meluas dengan seruan kebebasa demokrasi, telah mencapai "titik kritis".

"Para pemrotes telah sering menggunakan alat yang sangat berbahaya untuk menyerang polisi dalam beberapa hari terakhir, merupakan kejahatan serius dengan kecambah terorisme muncul," kata juru bicara kantor Urusan Hong Kong dan Makau Yang Guang di Beijing. Para pengunjuk rasa mengatakan polisi telah menggunakan kekuatan berlebihan, menembakkan gas air mata dan butiran kantong kacang dari jarak dekat, dan menyerukan penyelidikan independen terhadap krisis tersebut.

Protes dilanjutkan di bandara Hong Kong pada Selasa (12/8), membuat otoritas bandara membatalkan 200 penerbangan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini