nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Senior Pembunuh Taruna ATKP Makassar Divonis 10 Tahun Penjara

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 18:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 21 609 2094901 senior-pembunuh-taruna-atkp-makassar-divonis-10-tahun-penjara-dn5hYlB5Xk.jpg Terdakwa Kasus Pembunuhan Taruna ATKP Makassar Aldama Putra (19), yakni Muhammad Rusdi Divonis 10 Tahun Penjara oleh Majels Hakim PN Makassar (foto: Herman A/Okezone)

MAKASSAR - Terdakwa kasus pembunuhan Taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Aldama Putra (19), yakni Muhammad Rusdi divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Rabu (21/8/2019).

Terdakwa dihukum terkait kasus pembunuhan terhadap juniornya Aldama Putra Pongkalan yang dianiaya dalam kampus Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar.

Baca Juga: Keluarga Taruna ATKP yang Tewas Dianiaya Senior Percaya Pelaku Lebih dari Seorang 

Hakim Ketua Zulkifli, mengatakan dalam amar putusan yang dibacakan menyatakan Rusdi secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan sesuai dengan pasal 338 KUHP yang ada di dalam dakwaan primair Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Dengan ini menyatakan terdakwa Muhammad Rusdi alias Risdi telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan," kata hakim Zulkifli di hadapan terdakwa saat sidang Rabu (21/8/2019)

Taruna ATKP Makassar (fb)	 

Hakim Zulkifli mengatakan, terdakwa Rusdi dianggap memenuhi unsur dengan sengaja melakukan pembunuhan kepada Aldama Putra Pongkala seperti dalam Pasal 338 KUHP.

Dalam pertimbangan putusan yang dibaca hakim setebal 90 halaman itu, Zulkifli menyatakan, tidak ada indikasi bahwa terdakwa mengalami gangguan jiwa.

"Terdakwa tidak terganggu jiwanya sehingga terdakwa bertanggung jawab dengan perbuatan yang dilakukannya. Bahwa dengan pertimbangan itu, unsur dengan sengaja telah terbukti menghilangkan nyawa seseorang," ungkapnya.

Sementara terdakwa Rusdi yang mendengar putusan yang dibaca hakim, hanya bisa menundukkan kepala. Pihak keluarga korban langsung histeris dan tidak terima dengan keputusan yang dianggap sangat ringan tersebut.

Hal yang memberatkan yang dilakukan oleh Rusdi adalah menghilangkan nyawa korban dan membuat penderitaan bagi keluarga yang ditinggalkan. "Hal yang meringankan terdakwa berlaku sopan selama persidangan dan mengakui perbuatannya," sambungnya.

Baca Juga: Kampus Sempat Tutupi Penyebab Tewas Taruna ATKP Makassar, Pengamat Sosial: Itu Cara Primitif 

Putusan pengadilan ini sejalan dengan tuntutan yang dilayangkan oleh JPU. Jaksa menuntut Rusdi dengan Pasal 338 KUHP, Pasal 354 KUHP dan Pasal 351 KUHP.

Sekadar diketahui, kasus pembunuhan bermula saat Rusdi memukul juniornya satu tingkat dibawanya. Yakni korban Aldama lantaran tidak mengenakan helm saat masuk ke dalam area kampus ATKP Makassar.

Akibat pemukulan itu, Aldama langsung terjatuh dan tidak bergerak dan segera dibawa ke klinik kampus. Berdasarkan pemeriksaan dokter, Aldama tewas karena kegagalan fungsi paru-paru.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini