Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kenangan Luhut Tentang BJ Habibie, Ditugaskan Rukunkan Kembali Indonesia-Singapura

Muhamad Rizky , Jurnalis-Jum'at, 13 September 2019 |16:04 WIB
Kenangan Luhut Tentang BJ Habibie, Ditugaskan Rukunkan Kembali Indonesia-Singapura
Foto kenangan Luhut saat besama BJ Habibie dan Ainun (Foto: Facebook/Luhut Binsar Pandjaitan)
A
A
A

JAKARTA - Memori Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan langsung mengingat peritiwa pada 1999 saat dirinya menjenguk BJ Habibie ketika masih dirawat di RSPAD, Rabu 11 September 2019.

"Ingatan saya melayang jauh ke belakang, pada tahun 1999 ketika seorang utusan dikirim ke saya yang sedang berada di Bandung, bertugas sebagai Komandan Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI-AD," tulis Luhut di akun Facebooknya, Jumat (13/9/2019).

Utusan tersebut, kata Luhut, menginformasikan bahwa Presiden BJ Habibie akan menunjuknya sebagai Duta Besar RI untuk Singapura. "Saya terkejut dan menjawab, bahwa saya harus mendengar sendiri penunjukan itu dari Presiden pribadi," ujarnya.

Lalu, dirinya pun dipanggil ke Jakarta untuk menghadap Presiden Habibie. Disaksikan oleh Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto, Habibie menyatakan bahwa ia ingin mempercayakan Luhut menjadi Dubes untuk Singapura.

"Saya jawab, 'Terima kasih Pak atas kepercayaan itu. Tapi saya ingin kepastian, apakah ini penugasan atau penawaran?'. Pak Presiden terdiam. Mungkin beliau tidak faham maksud saya. Lalu saya teruskan lagi, 'Bila ini penugasan, saya sebagai prajurit TNI akan menjalankan perintah tersebut dengan sebaik-baiknya; tetapi bila ditawarkan dengan segala hormat saya menolaknya. Bila diizinkan, saya lebih berbahagia tetap di TNI hingga pensiun….” kata Luhut.

Luhut Binsar Pandjaitan saat menjenguk BJ Habibie (Foto: Facebook/Luhut Binsar Pandjaitan)

Mendengar perkataan Luhut, Habibie kemudian menoleh ke Wiranto sambil berkata : “Pak Wiranto ini penugasan ya pak…!” katanya mendesak.

"Kelihatan Pangab agak ragu-ragu, tapi akhirnya setuju bahwa menjadi Dubes adalah penugasan saya sebagai anggota TNI aktif. Saya memberi hormat ke Presiden dan menyatakan siap menjalankan penugasan itu. Saya kagum bahwa seorang Presiden mau medengar pendapat seorang anggota TNI seperti saya!" tuturnya.

Singkat cetita Luhut pun dilantik menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik Singapura. Dia lalu dipanggil lagi oleh Habibie dan diberi arahan bahwa dirinya harus bisa memperbaiki hubungan antara Indonesia dan Singapura yang sempat mendingin, setelah terjadi sebuah “peristiwa” di mana Pak Habibie pernah menyebut Singapura sebagai a little red dot. Noktah merah kecil. Kedua, menarik kembali investasi dari luar untuk kembali ke Indonesia.

Baca Juga : Telusuri Perjalanan BJ Habibie Menembus Seluruh Lini

Setelah menunggu beberapa bulan karena Dubes yang lama belum pulang, akhirnya Luhut berdinas di Singapura dengan tugas pertama untuk memperbaiki hubungan antara kedua negara tersebut.

"Saya mulai membangun kepercayaan dari para pejabat Singapura dari tingkat Perdana Menteri (waktu itu) Goh Chok Tong hingga pejabat Kemlu Singapura. Kepada mereka saya janjikan melakukan semua hal yang bisa saya lakukan menyangkut kepentingan Singapura di Indonesia," tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement