Iran Kembali Ambil Langkah Mundur dari Kesepakatan Nuklir 2015

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 05 November 2019 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 05 18 2126206 iran-kembali-ambil-langkah-mundur-dari-kesepakatan-nuklir-2015-rGrP1ITZ3d.jpg Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: Reuters)

TEHERAN – Presiden Iran Hassan Rouhani pada Selasa mengumumkan bahwa negara akan mulai menyuntikkan gas ke dalam sentrifugal di fasilitas pengayaan uranium bawah tanah Fordow. Tindakan Teheran itu semakin menyulitkan negara-negara untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015.

Di bawah kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara besar, Teheran setuju untuk mengubah Fordow menjadi "pusat nuklir, fisika dan teknologi" di mana 1.044 sentrifugal digunakan untuk tujuan selain pengayaan, seperti memproduksi isotop stabil, yang memiliki berbagai kegunaan di bidang sipil.

BACA JUGA: Iran Umumkan Rencana Baru soal Nuklir, Apa Itu?

Pakta tersebut memungkinkan Iran hanya untuk memutar sentrifugal di Fordow, yang terletak di dalam gunung dekat kota suci Qom, tanpa menyuntikkan gas. Injeksi gas uranium dapat memungkinkan produksi uranium yang diperkaya, yang dilarang di fasilitas itu di bawah kesepakatan nuklir 2015.

"Mulai Rabu, gas akan disuntikkan ke sentrifugal di Fordow sebagai bagian dari langkah keempat kami untuk mengurangi komitmen nuklir kami untuk kesepakatan itu," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (5/11/2019).

Dia tidak merinci jenis gas apa yang akan disuntikkan ke sentrifugal di Fordow. Namun, langkah itu akan menjadi pelanggaran kesepakatan karena bahan nuklir dilarang dari Fordow. Langkah Iran itu akan memperumit peluang menyelamatkan kesepakatan 2015, yang telah diminta oleh kekuatan Eropa untuk dihormati oleh Teheran.

"Pengumuman oleh Iran pada 5 November untuk meningkatkan kapasitas pengayaannya bertentangan dengan perjanjian Wina, yang secara ketat membatasi kegiatan di bidang ini," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Agnes von der Muhll.

BACA JUGA: Trump Tarik Amerika Serikat Keluar dari Kesepakatan Nuklir Iran

Rouhani memberikan tenggat waktu dua bulan lagi bagi Inggris, Prancis, dan Jerman untuk menyelamatkan kesepakatan dengan melindungi ekonomi Iran dari sanksi yang diberlakukan kembali oleh Amerika Serikat (AS) pada Mei setelah Washington menarik diri dari perjanjian itu.

"Kami tidak dapat menerima secara sepihak bahwa kami sepenuhnya memenuhi komitmen kami dan mereka tidak menindaklanjuti komitmen mereka," kata Rouhani.

Sejak keluarnya AS dari perjanjian nuklir 2015, Iran secara bertahap mengurangi komitmennya terhadap perjanjian yang membuat Teheran mengekang program nuklirnya dengan imbalan penghapusan sebagian besar sanksi internasional itu. Teheran, bagaimanapun, mengatakan perundingan dimungkinkan jika Washington mencabut sanksi dan kembali ke dalam kesepakatan.

"Semua tindakan ini dapat dibalik jika pihak lain memenuhi komitmen mereka ... Kita harus dapat menjual minyak kita dan mentransfer uangnya ke negara ini," kata Rouhani, merujuk pada sanksi AS terhadap sektor minyak dan perbankan Iran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini