Militer AS Kehilangan Tujuh Drone Selama Serangan Rudal Iran di Pangkalan Irak

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 17 Januari 2020 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 17 18 2154115 militer-as-kehilangan-tujuh-drone-selama-serangan-rudal-iran-di-pangkalan-irak-fEBgVtW2eK.jpg Foto: AFP.

Para prajurit tidak bisa lagi menemukan drone dan menjadi buta terhadap peristiwa di udara - dan di darat. Jika sebuah drone ditembak jatuh, misalnya, tim yang berada di Ain al-Asad tidak akan tahu.

"Ini masalah yang cukup besar, karena mereka sangat mahal dan ada banyak hal di dalamnya yang kita tidak ingin orang lain miliki atau musuh dapatkan," kata Herwig.

Sebuah Gray Eagle berharga sekitar USD7 juta (sekita Rp95,5 miliar), menurut perkiraan anggaran militer 2019.

Mereka telah digunakan di Irak sejak setidaknya 2017 oleh koalisi untuk membantu memerangi kelompok jihad Negara Islam (IS). Koalisi perlu mendapatkan lampu hijau dari pemerintah Irak untuk menerbangkan pesawat dan pesawat, tetapi izin itu telah berakhir beberapa hari sebelum serangan dari Iran.

BACA JUGA: Iran Kibarkan Bendera Merah Serukan Pembalasan ke AS atas Kematian Jenderal Soleimani

Tentara AS tetap mempertahankan pesawat tanpa awak itu, kata seorang pejabat senior pertahanan Amerika kepada wartawan, setelah berbulan-bulan serangan roket ke pangkalan-pangkalan Irak di mana pasukan mereka ditempatkan.

Foto: Reuters.

Setelah serangan berakhir, tentara AS di Ain al-Asad berpacu dengan waktu untuk mengganti kabel-kabel serat dan memprogram ulang satelit agar pesawat-pesawat tak berawak mereka dapat kembali dihubungi. Mereka juga harus mendaratkan pesawat-pesawat itu kembali ke landasan pangkalan udara yang rusak.

"Lapangan terbang ditutup sehingga kami harus mendarat tanpa berbicara dengan siapa pun. Kami tidak tahu di mana ada pesawat (lainnya). Bagian itu cukup menegangkan," kata Herwig.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini