4. Membakar uang palsu demi menghormati roh para leluhur
Tradisi kertas yang dibakar biasa diistilahkan dengan sebutan membakar uang. Tempat pembakaran di sebuah kaleng merah. Aktivitas membakar uang dilakukan setelah melakukan penghormatan kepada leluhur.
Biasanya, tradisi yang lama berlaku, kertas kuning emas dipegang si wanita sedangkan yang kertas putih dimiliki pria serta waktu membakar masing-masing beda.

Tujuan seremonial itu untuk mengirim doa kepada leluhur. Asap bekas bakaran kertas yang membumbung tinggi lari ke arah langit. Pesan doa-doa yang ada dalam kertas terbawa angin menuju ke sang Tuhan.
5. Tradisi Memberi Jeruk
Dalam bahasa Mandarin Jeruk disebut ‘chi zhe’, ‘chi’ artinya rezeki dan ‘zhe’ berarti buah. Jadi jika digabungkan, jeruk memiliki arti buah pembawa rezeki.
Konon disebut jeruk mandarin karena pada jaman dahulu buah ini hanya disediakan untuk para pejabat di Tiongkok kuno. Saat ini jeruk mandarin sangat mudah dijumpai di pasaran. Saat perayaan Imlek tiba, masyarakat Tionghoa akan membagikan makanan ke sanak keluarganya dengan maksud agar rezekinya terus bertambah. Salah satu makanan yang dibagikan adalah jeruk mandarin ini.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.