JOMBANG – Suasana duka tampak menyelimuti Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur, atas meninggalnya KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah. Para santri dan keluarga mempersiapkan penyambutan jenazah ditemani lantunan ayat Alquran dari pengeras suara.
Karangan bunga ucapan belasungkawa juga sudah tampak memenuhi halaman ponpes. Sementara di gerbang pintu masuk, aparat keamanan sudah berjaga-jaga.
Baca juga: Tunggu Jenazah Gus Sholah, Lantunan Ayat Suci Alquran Berkumandang di Ponpes Tebuireng
Di dalam ponpes, santri menggelar karpet di Ruang Ndalem Kasepuhan. Di bangunan tersebut, Gus Sholah dan para pengasuh Ponpes Tebuireng selama ini tinggal. Nantinya jenazah disemayamkan di ruangan itu setiba dari Jakarta.
Menurut pengasuh Pesantren Putri Tebuireng, KH Fahmi Amrullah, di ponpes ini Gus Sholah dikenal sebagai pemimpin yang disiplin, tegas, dan rasional.
Baca juga: Gus Sholah Memberi Banyak Perubahan di Ponpes Tebuireng
"Segala sesuatu harus rasional karena mugkin didasari latar belakang pendidikan Beliau yang insinyur," katanya, Senin (3/2/2020), mengutip dari iNews.
Bagi dia, Gus Sholah pelopor bagi perubahan konsep pengelolaan pesantren yang lebih modern dan visioner.