nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hujan Deras Diperkirakan Guyur Jawa Tengah pada Pekan Ini

Agregasi Solopos, Jurnalis · Kamis 20 Februari 2020 17:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 20 512 2171598 hujan-deras-diperkirakan-guyur-jawa-tengah-pada-pekan-ini-otmOrQ3HMA.jpg Ilustrasi hujan deras. (Foto: Dok Okezone)

SOLO – Hujan deras dengan durasi lama diperkirakan mengguyur wilayah Provinsi Jawa Tengah pada pekan ini. Pasalnya didapati udara bertekanan rendah di sepanjang wilayah Jateng, termasuk Kota Solo.

Dijelaskan, tekanan udara rendah terjadi memanjang di perairan selatan Indonesia. Selain itu ada pertemuan pola angin konvergensi di sepanjang Pulau Jawa.

"Kondisi tersebut memicu terbentuknya kumpulan awan konvektif dalam skala luas di Jawa Tengah hingga menyebabkan terjadinya hujan lebat di sebagian besar wilayah," jelas Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Jateng Iis Widya Harmoko, Kamis (20/2/2020), seperti dikutip dari Solopos.

Keadaan cuaca ini mulai terlihat sejak Selasa 18 Februari. Fenomena itu normalnya terjadi selama tiga hari.

Dia mengatakan pengelola hidrologi di Jawa Tengah juga sudah mempersiapkan diri mengantisipasi aliran air dampak hujan deras dan lama.

"Setiap tahun pasti terjadi fenomena seperti ini. Hanya faktor penyebabnya bertambah. Kalau angin permukaan seperti saat ini cenderung pelan sekitar 10 sampai 20 kilometer jam," ujarnya.

Sementara Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo Eko Prajudhy Noor Aly mengatakan, meski hujan deras dan lama mengguyur Solo dalam beberapa terakhir, aliran sungai masih aman.

Dia menjelaskan, saat ini BPBD terus mengawasi lokasi-lokasi rawan bencana. Ada 26 kelurahan di seluruh kecamatan Kota Solo yang rawan bencana banjir.

"Pembangunan parapet semoga berdampak positif bagi Kota Solo. Tetapi harus selalu waspada terhadap bencana. Saat ini sudah embrio Desa Tanggap Bencana (Destana) di 14 kelurahan agar masyarakat siap menghadapi bencana," jelasnya.

Ia menambahkan, kini juga telah ada instruksi dari pemerintah pusat untuk merintis Keluarga Tanggap Bencana (Katana).

Tujuan dari program Katana, jelas dia, hampir sama dengan Destana namun dalam lingkup kecil setiap keluarga. Sosialisasi dan pelatihan kebencanaan program itu sudah dimulai sejak awal tahun ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini