Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sebelum Tragedi SMPN 1 Turi, Susur Sungai Dinilai Efektif Cegah Banjir Bandang

Agregasi Solopos , Jurnalis-Sabtu, 22 Februari 2020 |17:35 WIB
Sebelum Tragedi SMPN 1 Turi, Susur Sungai Dinilai Efektif Cegah Banjir Bandang
Sungai Sempor (Foto: KRjogja)
A
A
A

YOGYAKARTA - Hingga saat ini sembilan siswa SMPN 1 Turi, Sleman dinyatakan tewas dalam kegiatan pramuka menyusuri Sungai Sempor. Peristiwa itu langsung menjadi pusat perhatian publik.

Sekitar satu pekan sebelum tragedi SMPN 1 Turi terjadi, pakar Manajemen Sungai dari UGM Yogyakarta Agus Maryono mengatakan bencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Tanah Air sebenarnya bisa dicegah dan dikurangi dengan cara melakukan gerakan susur sungai.

Gerakan ini menurutnya harus melibatkan semua pihak termasuk unsur masyarakat untuk mengetahui kondisi hulu sungai apabila terjadi sumbatan. "Banjir bandang bisa dicegah dengan gerakan susur sungai serta memberdayakan masyarakat," kata Agus Maryono dalam bincang-bincang dengan wartawan, sebagaimana dikutip dari laman resmi UGM Yogyakarta, Sabtu (22/2/2020).

Gerakan susur sungai dinilai Agus bukan sekadar menengok keadaan kondisi sekitar sungai, tapi juga melakukan kegiatan bersih sungai dari timbunan kayu, sampah dan longsor di tebing sungai. Karena, sebagian besar penyebab banjir bandang disebabkan adanya sumbatan di daerah hulu sungai. "Sekira 90 persen karena sumbatan,” katanya.

Gerakan susur sungai menurutnya tidak hanya mengantisipasi terjadinya bencana banjir bandang, namun bisa memberikan dampak positif lainnya bagi masyarakat dan pemerintah.

Turi

Baca Juga: Polres Sleman Dirikan 2 Posko Identifikasi Korban Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi

Dia menyatakan dengan menyusuri sungai akan diketahui potensi sungai di daerah masing-masing dari temuan sumber mata air baru, sumber listrik, potensi objek wisata hingga mengetahui ada tidaknya sumber bahan baku galian tambang.

"Setelah susur sungai biasanya didiskusikan dan masyarakat akan bisa paham tentang potensi sungai. Sekarang banyak daerah yang punya sungai tapi tidak paham potensinya," katanya.

Gerakan susur sungai, menurut Agus Maryono, setidaknya melibatkan pihak perangkat desa, TNI, BPBD hingga anggota pemuda setempat. Selanjutnya dalam pelaksanaannya juga dilakukan pemetaan hingga kegiatan bersih sungai dengan menggunakan alat pemotong gergaji mesin hingga alat untuk membersihkan longsoran tanah serta tali tambang untuk mengikat dan menarik tumpukan kayu ke pinggir.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement