Menyamar Jadi Investor, Polisi Ringkus 3 Pelaku Penggandaan Uang

Kuntadi, Koran SI · Selasa 04 Agustus 2020 22:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 510 2257017 menyamar-jadi-investor-polisi-ringkus-3-pelaku-penggandaan-uang-f6lPO2BELB.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

SLEMAN – Satreskrim Polres Sleman mengamankan tiga orang pelaku penipuan dengan modus penggandaan uang. Mereka memodifikasi sebuah mesin printer untuk mencetak uang palsu.

Tiga orang pelaku yang diamankan ZAS alias Agung (42) warga Gunungkidul, KAA alias Arif (26) warga Klaten dan JM alias Jimmi warga Riau. Mereka ditangkap di salah satu hotel di Sleman.

“Jadi, mereka itu menjanjikan satu lembar uang bisa digandakan menjadi 10 kali lipat,” kata Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah di Mapolsek Sleman, Selasa (4/8/2020). 

Penangkapan dilakukan setelah ada laporan dari masyarakat yang resah dengan beredarnya video penggandaan uang. Petugas langsung melakukan melakukan penyelidikan, namun karena peredaran video hanya di kalangan tertentu, ada salah satu anggota polisi yang menyamar menjadi investor.

Baca Juga: Polisi Tangkap Sindikat Pemalsuan Data Sim Card

Guna meyakinkan para korban, pelaku membuat video yang memperlihatkan proses penggandaan uang. Pelaku memasukkan uang asli ke dalam mesin dan keluar uang asli yang sebelumnya sudah ditaruh di dalam mesin. Selebihnya merupakan uang palsu yang mirip dengan uang asli.

“Aksi mereka sudah tiga bulan, untungnya belum ada yang menjadi korban,” katanya.

Para pelaku mengaku membeli mesin pengganda uang ini dari Australia seharga Rp600 juta. Nyatanya mesin itu hanya sebuah printer yang dimodifikasi. Sedangkan kertas yang dipakai dibuat dengan ukuran kecil menyerupai uang asli.

Baca Juga: Ngaku Perwira TNI, Warga Pariaman Tipu Korbannya hingga Rp252 Juta

Salah satu tersangka, Jimmi mengaku mesin itu tidak dibeli dari Australia. Namun mereka merakitnya sendiri dengan bermodalkan uang Rp600.000. Mereka membuatnya dengan melihat tayangan yang ada di Youtube.

“Itu cuma bikin sendiri, tidak beli,” katanya.

Selain tiga tersangka, polisi mengamankan 1 buah mesin untuk memalsukan uang, sejumlah kertas yang digunakan pelaku, cairan tinta dan sejumlah uang. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 4 tahun.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini