WHO Meminta Bantuan USD76 Juta untuk Bantu Lebanon Pasca Ledakan

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 13 Agustus 2020 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 18 2261589 who-meminta-bantuan-usd76-juta-untuk-bantu-lebanon-pasca-ledakan-6W2SIOsHeK.jpg Foto: AP.

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan permohonan dana sebesar USD76 juta kepada dunia internasional untuk membantu Lebanon pasca ledakan dahsyat di Beirut yang meluluhlantakkan pelabuhan, rumah sakit, klinik dan toko-toko pasokan medis di ibu kota negara itu.

“Secara khusus kami sangat prihatin dengan kembali merebaknya Covid-19 di Lebanon. Kami telah menyampaikan permohonan USD76 juta dan meminta masyarakat internasional untuk mendukung rakyat Lebanon dan menunjukkan solidaritas pada mereka dengan semua cara yang memungkinkan,” ujar Direktur Program WHO, Rana Hajjeh sebagaimana dilansir VOA.

BACA JUGA: Warga Lebanon Hadiri Peringatan Korban Tewas Ledakan Beirut

Ditambahkannya, WHO juga prihatin dengan penderitaan psikologis rakyat yang luka, kehilangan orang-orang yang mereka kasihi dan yang kehilangan tempat tinggal setelah ledakan itu.

Pejabat-pejabat WHO mengatakan ledakan itu membuat tiga rumah sakit benar-benar tidak dapat berfungsi, sementara tiga lainnya hanya berfungsi sebagian. Kondisi itu memangkas jumlah tempat tidur yang tersedia hingga hanya 600 saja. Separuh klinik layanan kesehatan di Beirut juga tidak berfungsi.

Direktur Urusan Darurat WHO Rick Brennan pada Selasa (11/8/2020), mengatakan 309 kasus virus corona baru di Lebanon, dan warga, termasuk mereka yang dirawat di rumah sakit, telah melonggarkan langkah perlindungan.

BACA JUGA: Korban Jiwa Ledakan Beirut Bertambah Mencapai 200, Puluhan Masih Hilang

WHO sudah membawa berton-ton pasokan medis dan perlengkapan bedah, termasuk alat-alat pelindung diri ke Beirut. Saat ini di Beirut ada 11 tim medis darurat dari seluruh dunia.

Amonium nitrat yang tampaknya tidak disimpan dengan cara semestinya di pelabuhan Beirut selama bertahun-tahun diduga kuat menjadi penyebab ledakan pada 4 Agustus lalu, yang menewaskan sedikitnya 170 orang dan melukai lebih dari enam ribu orang lainnya.

Ledakan itu juga menghancurkan atau membuat sebagian besar gedung di Ibu Kota Lebanon rusak berat.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini