Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Balada Desa "Terlarang" Bagi Pendatang

Demon Fajri , Jurnalis-Selasa, 29 September 2020 |15:27 WIB
Balada Desa
Suasana Desa Lisai, Bengkulu (Foto: Okezone/Demon)
A
A
A

Kearifan Lokal dapat Bentengi Unsur yang Menyimpang

Upaya pencegahan dan menghadapi aksi radikal terorisme, tentu dapat dicegah dengan menanamkan nilai adat di dalam budaya setiap daerah. Seperti, halnya di Desa Sungai Lisai, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong.

Nilai budaya itu tidak lepas dari budaya yang telah menjadi tradisi. Resepsi pernikahan, kematian, misalnya. Melalui budaya itu tentu akan menyatukan hubungan persaudaraan antar sesama.

Pelestarian budaya itu, tentu dijadikan salah satu mencegah dan mengahdapi aksi radikal di lingkungan masyarakat. Sebab, setiap adanya tradisi masyarakat akan berkumpul dan saling berbagi cerita apa yang terjadi di lingkungan masing-masing.

Untuk mempererat hubungan persaudaraan itu pun dari Badan Musyawarah Adat (BMA), Provinsi Bengkulu, telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antar seluruh etnis di Provinsi Bengkulu.

Di mana dalam MoU itu melibatkan 28 etnis di provinsi berjuluk Bumi Rafflesia. Hal tersebut tidak lain untuk merangkul seluruh etnis, menjalani hubungan antar etnis serta membentengi unsur-unsur dari luar yang terindikasi menyimpang.

''Kita sudah MoU dengan 28 etnis yang ada di Bengkulu. Tentu ini dapat dijadikan sebagai langkah mencegah dan menghadapi aksi radikal di setiap daerah,'' terang

Ketua Koordinator Bidang Pelestarian Adat dan Budaya, BMA, Provinsi Bengkulu, Abdullah, saat ditemui okezone, Senin 28 September 2020.

Di Bengkulu, kata Komisi antar Umat Beragama, MUI Provinsi Bengkulu, periode 2010 - 2015 ini, memiliki BMA di setiap kabupaten/kota. Di mana BMA antar daerah kerap melakukan pertemuan di setiap wilayah.

Tujuannya, kata Abdullah, untuk pemberian nilai-nilai budaya kepada masyarakat setempat. Bahkan, dari BMA provinsi selalu memberikan pesan untuk BMA kabupaten/kota, guna pencegahan unsur-unsur yang menyimpang.

''Kearifan lokal dapat membentengi masyarakat dari unsur yang menyimpang. Sebab, tradisi ini dapat mempersatukan persaudaraan antar sesama,'' jelas Wakil Khotib Pengurus Surya, Pimpinan Wilayah, Nahdlatul Ulama, Provinsi Bengkulu, ini.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement