Menyoroti Peran Wapres AS Sebagai "Pengganti" Dikala Presiden Berhalangan

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 08 Oktober 2020 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 18 2290559 menyoroti-peran-wapres-as-sebagai-pengganti-dikala-presiden-berhalangan-v3wBV3FMU8.jpg Senator Kamala Harris dan Wakil Presiden AS Mike Pence. (Foto: C-Span)

Karena hal ini jugalah, posisi wakil presiden pada masa itu dipandang sebagai jabatan yang tidak menarik, bahkan diangga sebagai akhir bagi karier politik seorang politikus.

Pada 1950-an, di masa pemerintahan Presiden Dwight Eisenhower, terjadi perubahan di mana posisi wakil presiden AS dialihkan dari fungsi legislatif menjadi fungsi eksekutif. Ini membuat wakil presiden lebih banyak terlibat dengan presiden dan menjalankan tugas-tugas yang diminta oleh presiden.

Perubahan ini didukung oleh terjadinya Perang Dingin di mana peran Presiden AS semakin penting untuk membendung pengaruh Uni Soviet di luar negeri.

Di masa pemerintahan Presiden Eisenhower ini juga, wakil presiden menjadi penasihat kepresidenan, yang terkadang menghadiri rapat keamanan nasional dan rapat-rapat di Gedung Putih. Presiden Eisenhower juga menugaskan Wakil Presiden Richard Nixon sebagai utusan ke luar negeri, mengirimnya dalam perjalanan internasional dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Sejak masa Wakil Presiden Nixon, jabatan ini menjadi batu loncatan untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada masa pemilihan selanjutnya. Namun, perubahan penting terkait peran wakil presiden baru terjadi pada masa kepresidenan Jimmy Carter, dengan Wakil Presiden Walter Mondale pada 1976-1977.

“Dalam pemerintahan Carter, wakil presiden dibawa ke Gedung Putih. Dan Wakil Presiden Mondale menjadi bagian dari lingkaran dalam Presiden Carter,” jelas Goldstein,

Ini menunjukkan pentingnya peran wakil presiden dalam pemerintahan dan cara ini kemudian diikuti oleh pemerintahan-pemerintahan selanjutnya selama 44 tahun terakhir.

“Wakil presiden telah berfungsi sebagai penasihat umum tingkat tinggi untuk presiden, dan pemecah masalah tingkat tinggi bagi presiden, yang menjalankan tugas-tugas yang perlu ditangani di tingkat pemerintahan yang tinggi.”

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini