Gadis Cacat Dibunuh dan Dipenggal, Diduga Korban Ritual Ilmu Hitam

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 22 Oktober 2020 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 18 2297979 gadis-cacat-dibunuh-dan-dipenggal-diduga-korban-ritual-ilmu-hitam-LyoZ4FRFVG.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

GANDHINAGAR - Seorang gadis penderita cacat berusia 12 tahun diperkosa dan dipenggal dalam sebuah pembunuhan keji, yang diduga berkaitan dengan "ritual ilmu hitam". Seorang tersangka telah ditangkap terkait pembunuhan tersebut.

Polisi di Gujarat, India, menangkap Nitin Mali, (25), karena memperkosa dan membunuh seorang gadis tuna wicara dan tuna rungu, yang juga merupakan sepupunya. Jasad korban ditemukan di Dantiwada, Distrik Banaskantha pada Sabtu (17/10/2020) setelah hilang dari Deesa, yang terletak sekira 20 kilometer jauhnya, pada Jumat (16/10/2020).

BACA JUGA: Dituduh Praktek Ilmu Hitam, Kakek 80 Tahun Dikubur Hidup-Hidup oleh Keponakannya

Polisi saat ini sedang melakukan penyelidikan, tetapi yakin ritual ilmu hitam mungkin merupakan motif di balik pembunuhan tersebut. Hal ini dikarenakan malam pembunuhan, 16 Oktober, juga merupakan bulan baru atau 'Amavasya' yang konon merupakan malam optimal untuk melakukan ritual tersebut.

Anjing pelacak dibawa yang tidak hanya menemukan tubuh dan kepala gadis itu yang terpenggal tetapi juga kaca baja berkarat yang berlumuran darah di samping mayat korban. Semua benda itu telah dikirim untuk analisis forensik. Anjing-anjing itu juga melacak bau ke sebuah kuil yang berjarak sekira 700 meter dari lokasi, memperkuat dugaan keterkaitan pembunuhan ini dengan ritual ilmu hitam.

“Lihat beberapa kebetulan ini. Anjing-anjing itu membawa polisi ke kuil. Itu adalah malam tanpa bulan dan distrik ini masih terpengaruh oleh takhayul seperti itu,” kata Dr Rajul Desai, yang telah mendiskusikan kasus ini dengan polisi sebagaimana dilansir Mirror.

BACA JUGA: Dituding Praktikkan Ilmu Hitam, 2 Perempuan Dibunuh, Dipenggal, dan Dibakar

“Jadi saya meminta polisi untuk menyelidiki masalah ini dari perspektif takhayul dan tampaknya bukan kasus yang jelas seperti yang sedang diselesaikan saat ini.”

Inspektur Tarun Kumar Duggal membantah motif ilmu hitam meskipun ada bukti yang mungkin mendukung.

“Saya telah menolak sudut takhayul dan ilmu hitam karena tidak ada bukti yang menunjukkan ke arah itu,” ujarnya kepada media.

“Namun, kami terbuka untuk semua hasil dan akan menyelidiki kasus ini dari semua sudut yang memungkinkan.

“Saat ini, kami tidak menolak teori apa pun.”

Jenazah korban telah dikirim untuk pemeriksaan mayat dan penyelidikan lebih lanjut atas kasus tersebut sedang dilakukan.

Kekerasan dan kejahatan seksual terhadap wanita di India marak terjadi. Menurut data pemerintah India terbaru, polisi mencatat 33.658 kasus pemerkosaan pada 2017, rata-rata 92 kasus per hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini