Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pemadam Kebakaran Asal Indonesia di AS, Kerja 18 Jam Selamatkan Nyawa

Agregasi VOA , Jurnalis-Selasa, 27 Oktober 2020 |14:29 WIB
Kisah Pemadam Kebakaran Asal Indonesia di AS, Kerja 18 Jam Selamatkan Nyawa
Pemadam kebakaran asal Indonesia di Los Angeles, Muhammad Yulfiano Gerwynaldo. (Foto: courtesy)
A
A
A

Ketegangan pun bertambah ketika mengetahui bahwa tidak ada air sama sekali yang tersedia untuk bisa memadamkan api tersebut.

“Selangnya memang sudah ada, tapi nggak ada airnya. Karena truk yang dibawah lagi enggak di pompa,” katanya.

“Lima menit airnya enggak sampai-sampai. Kita stres. Api sudah makin gede, sudah makin meledak. Akhirnya lima menit, airnya sampai juga. Akhirnya bisa kita padamin,” cerita Ano.

Hadapi Risiko, Demi Satu Orang

“Dari sejak kecil, aku tuh suka ngebantu orang,” begitulah papar Ano. 

Hatinya selalu tergerak untuk membantu orang lain tanpa pamrih, bahkan memikirkan bayaran, yang adalah sebuah kepuasan tersendiri baginya.

Hingga suatu hari, ia dan krunya diminta untuk menyelamatkan sebuah kota yang sangat kecil di California bernama Crystal Lake, dimana hanya ada satu warga yang tinggal di sana bersama anjing piaraannya. Kota tersebut hanya memiliki satu toko serba ada kecil dan tujuh kabin, tempat para turis menginap, yang dimiliki oleh warga tersebut.

“Orang itu bilang, ‘oh, saya enggak sama kayak orang-orang lain. Saya enggak punya investments. Saya nggak punya saving. Duit saya semua ada di kota ini, untuk ngebikin cabin, ngebikin convenience store. Jadi kalau misalnya ini kebakaran, hidup saya selesai,’” cerita Ano.

Dengan tekad yang tinggi untuk menyelamatkan satu warga tadi dan kota tempat tinggalnya, akhirnya sekitar 50 petugas pemadam kebakaran, termasuk Ano, berhasil menyelesaikan misinya.

Sebagai tanda terima kasih, warga tadi membuka tokonya dan memperbolehkan para pemadam kebakaran untuk mengambil apa saja secara cuma-cuma, bahkan memasak, serta membuka tujuh kabinnya untuk mereka.

“Biasanya kan kita tidur di gunung ya, camping pakai tenda. Pas kita di situ, kita dikasih cabinnya, kayak hotel-hotel kecil,” kenang Ano.

“Kita ngerasa sangat senang gitu. Kita pulang ke rumah, ke Los Angeles, mengetahui bahwa kita telah membantu warga tadi, rasanya senang,” tambahnya.

Dukungan Teman dan Keluarga

Perjuangan Ano melawan kobaran api tidak sia-sia. Dirinya dinobatkan sebagai salah satu "local hero" oleh salah satu stasiun televisi lokal, ABC, di Los Angeles, atas segala jasanya dalam memberantas kebakaran hutandi California. 

Dengan berbagai tantangan dan risiko yang harus dihadapi, Ano mengaku bisa menjalani semua ini, berkat dukungan dari keluarga dan teman-temannya. Kebetulan memang keluarga Ano juga tinggal di Los Angeles.

“Mama saya pernah bilang, ‘ini hidup pilihannya si Ano. Saya tidak bisa melakukan apa-apa (karena) ini adalah keinginan dia, yang bisa membuatnya bahagia,’” kata Ano.

Teriring doa sang Ibu setiap hari kepada Ano, yang terus menyemangati dalam menyelamatkan California.

“Setiap pagi aku kerja juga Mama selalu SMS, ‘Bismillah, sebelum kerja,” katanya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement