Pengemudi Mobilio Ditetapkan sebagai Pelaku Kecelakaan Maut di Sleman

Priyo Setyawan, Koran SI · Kamis 05 November 2020 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 510 2304640 pengemudi-mobilio-ditetapkan-sebagai-pelaku-kecelakaan-maut-di-sleman-CbwJIuJy9r.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SLEMAN - Polres Sleman menetapkan pengemudi Honda Mobilio H 8571 RG berinisial WA (17), warga Semarang sebagai pelaku kecelakaan lalu lintas di Jalan Magelang Glondong, Sendangadi, Mlati, Sleman, Sabtu 3 Oktober 2020. Empat orang penumpang Mobilio tewas.

Kecelakaan tersebut melibatkan Mobilio dan Mitsubishi Xpander bernomor polisi B 2004 BZP. Baca Juga: Ini Identitas 4 Korban Tewas dalam Kecelakaan Maut di Sleman

Kanit Laka Iptu Galan Ade Darmawan, mengatakan dari hasil pemeriksaan, saat melaju dari arah utara ke selatan, mobil yang dikemudikan WA berkecepatan tinggi, yaitu 139 km/jam. Saat menyalip kendaraan dari sebelah kiri, hilang kendali dan menabrak pembatas jalan.

Mobil pun melompati pembatas jalan dan masuk ke jalur lain. Saat bersamaan meluncur mobil Xpander yang dikendarai Noor Jadhi warga Balikpapan dari selatan ke utara, sehingga menabrak mobil Xpander itu.

“Jadi penetapan sebagai pelaku laka lantas ini atas dasar adanya unsur kelalaian, selain itu WA belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan sudah berencana untuk bepergian dengan teman-temannya. dalam mengemudikan mobil,” kata Galan, Kamis (5/11/2020).

Galan menjelaskan, alasan tidak menetapkan WA sebagai tersangka, namun pelaku kecelakaan lalu lintas karena masih di bawah umur. WA sendiri tidak ditahan. Selain masih di bawah umur, juga ada jaminan, alamatnya jelas dan tidak akan melarikan diri. Untuk pemeriksaan sendiri, WA didampingi dari BAPAS Sleman dan dilakukan di tempat WA.

Baca Juga:  2 Mobil Kecelakaan di Sleman, 4 Orang Tewas

Akibat kecelakaan tersebut, WA mengalami cidera kepala dan penglihatannya terganggu, sehingga untuk melihat cahaya tidak bisa dan harus memakai kacamata. Kaki kanannya juga belum bisa digerakkan.

“Kasus ini sudah proses tahap satu dan telah dikrimkan ke kejaksaan. Untuk selanjutnnya masih menunggu hasil pemeriksaan dari kejaksaan. WA dalam kasus ini dijerat Pasal 310 Ayat (4) dan Pasal 311 (5) UU Lalu Lintas dengan ancaman maksimal 11 tahun,” paparnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini