Ngaku Panitia CPNS, Emak-Emak Tilap Uang Jutaan Rupiah

Rus Akbar, Okezone · Senin 23 November 2020 22:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 340 2314799 ngaku-panitia-cpns-emak-emak-tilap-uang-jutaan-rupiah-6gq38MRPcU.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

PADANG - MNS (26) warga Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur Kota Padang, menjadi korban, setelah pelaku seorang emak-emak berinisial EL (51) menipu korban dengan iming-iming akan meluluskannya sebagai PNS di Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda menjelaskan, untuk memuluskan aksi, pelaku ini mengaku sebagai panitia seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2020 di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Agar korban lebih yakin lagi pelaku ini membuat kartu identitas sebagai Ketua Panitia CPNS 2020 Sisipan Sumbar.

“Untuk lebih meyakinkan korban lagi, pelaku membuat KTP palsu dan bekerja sebagai PNS yang bekerja di Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Bahkan pelaku mengaku sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Padang,” kata Rico kepada wartawan, Senin (23/11/2020).

 penangkapan

Setelah menyakinkan korban, pelaku ini meminta sejumlah uang kepada korban. “Katanya uang itu sebagai keperluan pengurusan pendaftaran penerimaan CPNS. Kasus ini terungkap setelah salah seorang korban mendapatkan surat petikan putusan bahwa telah lulus menjadi PNS. Korban kemudian berkoordinasi ke BKD ternyata nama korban tidak tertera,” ujarnya.

Setelah mendapatkan keterangan tersebut, bahwa petikan putusan yang dikeluarkan pelaku adalah palsu dan hanya hasil editan yang kemudian membuat nama korban. Dari tulisan di petikan keputusan itu, tertulis golongan CPNS serta unit kerja yang ditempatkan di Kantor Gubernur Sumbar.

“Korban menghubungi pelaku namun tidak bisa dihubungi akhirnya melapor ke polisi dengan nomor laporan LP/624/B/XI/2020/RESTA SPKT UNIT II, tanggal 21 November 2020,” terangnya.

Setelah polisi mengamankan pelaku ini ternyata dia hanya sebagai ibu rumah tangga. Saat digali informasi korbannya ternyata dua orang, satu lagi MC (28) “Korban ini ada dua orang, jadi kedua korban ini mengalami kerugian Rp10 juta,” ujarnya.

Sekarang pelaku dijerat pasal 378 KHUP tentang penipuan dan terancam hukuman selama empat tahun penjara. Pelaku telah ditahan Polsek Padang Timur yang merupakan tahanan khusus perempuan.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini