Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei Diisukan Segera Serahkan Kekuasaan

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 07 Desember 2020 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 18 2322974 pemimpin-tertinggi-iran-ayatollah-khamenei-diisukan-segera-serahkan-kekuasaan-VvIT10pymH.jpg Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: Reuters)

TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei akan menyerahkan kekuasaan kepada putranya di saat kesehatannya mulai memburuk, demikian dilaporkan seorang jurnalis.

Mohammad Ahwaze mengatakan bahwa Mojtaba Khamenei, (51 tahun), siap untuk mengambil kendali kekuasaan Iran dari ayahnya di tengah meningkatnya ketegangan dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Dalam cuitan berbahasa Arab di Twitter pada Sabtu (5/12/2020), Ahwaze mengatakan bahwa sumbernya "sangat prihatin" tentang kesehatan Pemimpin Tertinggi Khamaenei.

BACA JUGA: Kecam Presiden Prancis Macron soal Kartun Nabi Muhammad, Khamenei : Tindakan Bodoh

"Presiden Iran Hassan Rouhani dijadwalkan untuk bertemu pada Jumat (4/12/2020) dengan Pemimpin Iran Khamenei, pertemuan antara (Khamenei) dan Presiden Rouhani ini dibatalkan karena memburuknya kondisi kesehatan Khamenei," tambahnya sebagaimana dilansir The Sun.

Ahwaze mengatakan bahwa penyebab sakitnya Khamenei belum diketahui, tetapi kondisinya diduga memburuk dalam semalam.

Reuters melaporkan, Pemimpin Tertinggi Iran telah lama diisukan menderita kanker prostat, dan menjalani operasi yang sukses pada 2014. Sejak itu, masalah kesehatannya tetap menjadi misteri.

Putra Pemimpin Tertinggi, Mojtaba, telah dipercaya untuk jabatan puncak oleh sumber-sumber Eropa selama bertahun-tahun, dan telah terlibat dalam menjalankan beberapa departemen keamanan dan intelijen penting di Iran.

BACA JUGA: Kedubes Iran: Pembunuhan Ilmuan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh Tindakan Pengecut!

Pada 2009, The Guardian menjuluki Mojtaba sebagai "penjaga gerbang pemimpin tertinggi Iran", dan menyarankan agar Khamenei memposisikan putranya sebagai penggantinya.

Sejauh ini belum ada konfirmasi resmi yang dibuat mengenai dugaan pengalihan kekuasaan di Iran dan media tidak dapat memverifikasi klaim Ahwaze secara independen.

Jika laporan tersebut dikonfirmasi, peralihan kekuasaan akan terjadi selama periode sensitif dalam hubungan Iran dengan Barat dan Timur Tengah lainnya, terkait dengan kesepakatan program nuklir dan pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka, Mohsen Fakhrizadeh.

Para pejabat Iran menyalahkan Israel atas pembunuhan Fakhrizadeh dan berjanji untuk membalas dendam. Sejauh ini Israel menolak berkomentar, sementara memperingatkan warganya di luar negeri akan potensi serangan pembalasan dari Iran.

Ketegangan dengan AS, sekutu utama Israel, melonjak setelah Presiden Donald Trump menarik diri dari Kesepakatan Nuklir 2015, dipuji sebagai salah satu pencapaian utama kebijakan luar negeri pemerintahan Obama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini