Share

Arab Saudi Tangguhkan Kembali Semua Penerbangan Internasional

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 21 Desember 2020 08:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 18 2331265 arab-saudi-tangguhkan-kembali-semua-penerbangan-internasional-YvZt6XnwI3.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

RIYADH - Arab Saudi akan menangguhkan semua penerbangan komersial internasional dan melarang akses masuk ke Kerajaan melalui pelabuhan darat dan laut selama seminggu. Beberapa penerbangan masih akan diizinkan dalam keadaan luar biasa.

Langkah itu diambil di tengah perkembangan global terbaru pandemi virus corona dan munculnya jenis baru Covid-19 di Inggris dan negara Uni Eropa, demikian dilaporkan kantor berita SPA.

BACA JUGA: Mulai Besok, Arab Saudi Akan Cabut Sebagian Pembatasan Penerbangan Internasionalnya

Siapa pun yang telah kembali ke Arab Saudi dari negara-negara Eropa atau negara berisiko tinggi setelah 8 Desember harus menjalani karantina selama dua pekan sejak tanggal kedatangan mereka. Mereka juga harus menjalani tes Covid-19 selama masa isolasi diri dan mengulangi tes tersebut setiap lima hari.

Siapapun yang telah kembali dari atau transit melalui negara Eropa atau negara berisiko tinggi dalam tiga bulan terakhir juga harus menjalani tes. Sementara itu pergerakan barang, komoditas, dan rantai pasokan dari negara-negara di mana virus yang bermutasi belum muncul akan terus berlanjut seperti biasa.

Pembatasan perjalanan ini akan ditinjau ulang sesuai dengan perkembangan terkait virus corona.

Menurut keterangan WHO, varian virus korona baru, yang tampaknya telah meningkatkan penularan, telah mulai beredar di Inggris. Di luar Inggris, sembilan kasus jenis baru telah dilaporkan di Denmark, serta satu kasus di Belanda dan satu lagi di Australia.

BACA JUGA: Arab Saudi Tangguhkan Penerbangan Langsung ke Kanada Dampak Hubungan Memburuk

Nama ilmiah strain baru adalah VUI 202012/01, dengan VUI adalah singkatan dari Variant Under Investigation.

Beberapa negara Uni Eropa, Austria, Belgia, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, dan Belanda - telah mengumumkan penangguhan hubungan udara, dan dalam beberapa kasus hubungan kereta api dan feri, dengan Inggris.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini