Pemimpin Dunia Kutuk Kerusuhan Pendukung Trump di Gedung Capitol AS

Agregasi VOA, · Kamis 07 Januari 2021 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 18 2340368 pemimpin-dunia-kutuk-kerusuhan-pendukung-trump-di-gedung-capitol-as-1GCCGnaFtz.jpg Massa pendukung Presiden Donald Trump menyerbu ke Gedung Capitol, Washington, DC, 6 Januari 2021. (Foto: Reuters)

PARA pemimpin dunia menyatakan keterkejutan mereka dan mengutuk pemandangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gedung Capitol ketika kerusuhan oleh para pendukung Presiden Donald Trump menerobos ke Gedung Kongres Amerika itu pada Rabu (6/1/2021).

“Pemandangan yang memalukan di Kongres AS. Amerika Serikat mewakili demokrasi di seluruh dunia dan sekarang sangat penting bahwa harus ada alih kekuasaan yang damai dan tertib,” tulis Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di Twitter.

BACA JUGA: Seorang Wanita Tewas Ditembak dalam Penyerbuan Capitol, Virginia Umumkan Keadaan Darurat

Para pejabat Uni Eropa lainnya juga menunjukkan dukungan mereka untuk Biden pada hari Rabu, sementara ekstremis pro-Trump memaksa polisi Capitol Hill memberlakukan lockdown (larangan keluar masuk), dan mengganggu sertifikasi kemenangan presiden Biden.

“Saya percaya pada kekuatan institusi dan demokrasi Amerika. Transisi kekuasaan yang damai adalah intinya. @JoeBiden memenangkan pemilihan,” tulis Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa, di Twitter.

“Hasil pemilihan demokratis ini harus dihormati,” tulis Kepala NATO Jens Stoltenberg di Twitter.

BACA JUGA: Trump Suruh Pendukungnya Pulang Setelah Kerusuhan di Gedung Capitol

Kementerian Luar Negeri Turki merilis pernyataan pada Rabu yang mendesak warganya di Amerika Serikat agar menghindari tempat-tempat yang ramai dan konfrontasi.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menyebut kerusuhan Rabu itu sebagai “serangan besar terhadap demokrasi.”

Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) juga mengutuk massa yang menyerbu Gedung Kongres Amerika.

“Penggunaan kekerasan dan vandalisme terhadap institusi merupakan serangan serius terhadap fungsi demokrasi,” tulis Sekretariat Jenderal OAS tentang insiden itu dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, dan mendesak agar pihak-pihak terkait kembali ke “rasionalitas yang sangat dibutuhkan.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini