Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Majene, Petugas Evakuasi Perawat dan Pasien yang Tertimbun Reruntuhan

Huzair Zainal , Jurnalis-Jum'at, 15 Januari 2021 |07:20 WIB
Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Majene, Petugas Evakuasi Perawat dan Pasien yang Tertimbun Reruntuhan
Evakuasi korban yang tertimbun reruntuhan imbas gempa magnitudo 6,2 guncang Majene, Sulbar. (Foto : iNews/Huzair Zainal)
A
A
A

MAJENE - Petugas gabungan mengevakuasi perawat dan pasien Rumah Sakit Mitra Manakarra yang ambruk imbas guncangan gempa magnitudo 6,2 yang terjadi di Majene, Sulawesi Barat (Barat).

Hingga saat ini aparat gabungan masih berusaha mengevakuasi para korban dari reruntuhan bangunan. Evakuasi dilakukan dengan alat seadanya karena tidak ada alat berat.

Gempa dengan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat Jumat (15/1/2021) pada pukul 01.28 WIB. Akibatnya gempa yang berpusat pada 2.98 Lintang Selatan dan 118.94 Bujur Timur di wilayah timur laut Kabupaten Majene, sejumlah perawat dan pasien di rumah sakit tersebut tertimbun.

"Sebelumnya kepanikan terjadi saat gempa berkekuatan 6,2 SR mengguncang Majene, Sejumlah perawat berhamburan keluar RS Mitra Manakarra namun dalam hitungan menit rumah sakit tersebut telah roboh. Infonya ada enam orang tertimbun, dua orang perawat, pasien dan keluarga pasein ," ungkap Yusuf warga setempat.

Perawat yang selamat panik dan mencari tempat yang lebih aman.

Sementara Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, berdasarkan analisis peta guncangan BMKG yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, gempa M6,2 ini memicu kekuatan guncangan IV - V MMI di Majene, III MMI di Palu, Sulawesi Tengah dan II MMI di Makasar, Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Guncangan Gempa Magnitudo 6,2 di Majene Dirasakan hingga Polewali Mandar, Warga Panik

"Skala Mercalli tersebut merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa. Deskripsi BMKG pada skala V MMI menunjukkan getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti," kata dia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement