Jasad Korban Longsor di Malang Ditemukan 24 Kilometer dari Lokasi Kejadian

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 20 Januari 2021 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 519 2347565 jasad-korban-longsor-di-malang-ditemukan-24-kilometer-dari-lokasi-kejadian-4p8hRewVXe.jpg Jasad korban longsor di Malang saat dibawa ke rumah duka (foto: Okezone/Avirista)

MALANG - Jasad seorang korban longsor di Perumahan Griya Sulfat Inside bernama Roland Sumarna ditemukan di Bendungan Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (20/1/2021).

Jasad ini yang awalnya diduga korban longsor di Kota Malang ini ditemukan oleh seorang pemulung bernama Kamiri, saat melintasi kawasan bendungan.

Setelah menjalani proses identifikasi di ruang forensik RSUD Saiful Anwar Malang oleh pihak keluarga akhirnya dari ciri fisik diketahui jasad tersebut merupakan Roland Sumarna, korban longsor di Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Baca juga:  Hujan Deras, Longsoran Tebing Timpa Rumah Warga Blitar

Tampak di ruang forensik jenazah, sejumlah anggota keluarga korban juga telah menunggu mengingat telah sejak pagi pihaknya menunggu informasi. Sang istri pun juga tampak terlihat di ruang forensik, ia masih tampak shock dengan kepergian suaminya.

Sepupu korban Ahmad Hariono memastikan berdasarkan hasil visum dan identifikasi fisik yakni adanya tahi lalat di sebelah kiri korban jasad yang ditemukan di Bendungan Sengguruh.

Baca juga :  Kakek 80 Tahun Selamat Setelah Tertimbun Longsor di Sumedang Selama 5 Jam

"Iya benar kami memastikan keluarga adalah adik kami adalah Roland Sumarna. Kami menerima informasi adanya penemuan jasad Rabu pagi sekitar jam 06.00 WIB, kebetulan adik saya juga aktif di SAR jadi ikut memantau," ungkap Hariono ditemui MNC Portal Indonesia di ruang forensik RSSA, pada Rabu (20/1/2021).

Menurut Hariono, pihak keluarga yakin itu adalah jasad Ronald karena ciri - ciri fisik dimana ada tahi lalat di leher sebelah kiri dari jasad tersebut. "Ciri-ciri fisik tompel atau tahi lalat di sebelah kiri," jawab Hariono.

Setelah teridentifikasi nantinya jasad Ronald disebut Hariono akan disemayamkan di musala Jalan Sadang yang berada di sekitar lokasi rumah korban. Usai disemayamkan dan disalatkan di musala, korban akan dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukun sesuai permintaan sang istri.

"Selesai prosesi disini di bawa ke Jalan Sadang, dibawa ke musala sambil menunggu penggalian, penggalian selesai akan dimakamkan di Sukun. Istri beliau penduduk di Sukun atas permintaan istri beliau," tuturnya.

 

Dengan penemuan jasad Ronald di Bendungan Sengguruh, Kepanjen artinya jarak longsoran rumah di Perumahan Griya Sulfat Inside, dengan lokasi korban ditemukan mencapai 24 kilometer.

Tampak jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans milik PMI Kota Malang keluar dari Ruang Forensik RSUD Saiful Anwar Malang sekitar pukul 11.00 WIB. Jasad akan dibawa ke musala yang terdapat di dekat rumah duka Jalan Sadang, sebelum akhirnya dikebumikan di TPU Ciptomulyo, Sukun.

Sebelumnya diberitakan seorang warga Perumahan Sulfat Inside Jalan Sadang RT 9 RW 18 Bunulrejo, Blimbing, Kota Malang, bernama Roland Sumarna dilaporkan hanyut ke Sungai Bango pada Senin sore 18 Januari 2021 kemarin.

Korban hanyut ketika membersihkan kolam air yang ada di depan rumahnya saat hujan deras turun. Namun saat membersihkan kolam inilah, longsor muncul dan membawa korban terperosok ke sungai. Selain korban, dua unit sepeda motor juga dilaporkan terperosok ke sungai.

Imbas longsor tersebut, setidaknya ada 7 warga yang diungsikan karena rumahnya yang berada di satu kompleks perumahan juga mulai mengalami pergeseran tanah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini