Pidato Pertama, Biden Serukan Persatuan di AS

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 21 Januari 2021 00:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 18 2348039 pidato-pertama-biden-serukan-persatuan-di-as-s7HnUeqfYi.JPG Presiden Amerika Serikat Joseph R Biden. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, DCJoe Biden resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) setelah pengambilan sumpah di gedung Capitol, Washington, DC, Rabu (20/1/2021). Pada pidato pertamanya sebagai presiden, Biden menyerukan persatuan Amerika yang telah terbelah dalam beberapa bulan terakhir.

Berbicara di depan para undangan dan tokoh politik pada pidato inaugurasinya, Biden mengatakan bahwa Amerika Serikat saat ini tengah menghadapi banyak permasalahan mulai dari perpecahana dalam masyarakat hingga pandemi virus corona. Dia mengatakan bahwa Amerika Serikat membutuhkan persatuan untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut.

BACA JUGA: Joe Biden Resmi Menjadi Presiden Ke-46 AS 

"Untuk mengatasi tantangan ini, untuk memulihkan jiwa dan mengamankan masa depan Amerika membutuhkan lebih dari sekadar kata-kata dan membutuhkan hal yang paling sulit dipahami dalam demokrasi, persatuan," kata Biden sebagaimana dilansir Reuters.

"Bersatu untuk melawan musuh yang kita hadapi. Kemarahan, kebencian dan kebencian, ekstremisme, pelanggaran hukum, kekerasan, penyakit, pengangguran dan keputusasaan. Dengan persatuan kita bisa melakukan hal-hal besar, hal-hal penting," tambahnya.

Dalam pidatonya, Biden bersumpah untuk menjadi presiden bagi semua warga AS, dan meminta agar perbedaan dan ketidaksetujuan tidak berubah menjadi perpecahan.

“Dan saya janjikan ini Anda. Saya akan menjadi presiden untuk semua orang Amerika. Dan saya berjanji, saya akan berjuang keras untuk mereka yang tidak mendukung saya seperti mereka yang mendukung," kata Biden.

BACA JUGA: Salah Ucap, Obama Pegang Rekor Empat Kali Ucapkan Sumpah Kepresidenan AS

Meski berstatus sebagai politikus senior yang sarat pengalaman, Biden diyakini menghadapi tantangan berat memimpin AS, setidaknya pada masa-masa awal pemerintahannya. Negeri Paman Sam tengah bergulat dengan pandemi Covid-19 yang telah merenggut lebih dari 400.000 nyawa di negara itu, dan adanya perpecahan dalam masyarakat yang semakin nyata dalam beberapa tahun belakangan, dan berpotensi pecah menjadi kekerasan.

Hal itu diakui oleh Biden yang dalam pidatonya mengatakan bahwa dia memiliki banyak hal yang harus “diperbaiki dan dipulihkan”. Presiden berusia 78 tahun itu mengatakan fokus utamanya adalah mengatasi krisis yang disebabkan pandemi Covid-19.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini