China Sanksi Eks Menlu Pompeo dan Puluhan Pejabat Pemerintahan Trump

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 21 Januari 2021 02:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 18 2348075 china-sanksi-eks-menlu-pompeo-dan-puluhan-pejabat-pemerintahan-trump-I3DPA3aO54.JPG Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo. (Foto: Reuters)

BEIJING - China telah menjatuhkan sanksi kepada 28 individu Amerika Serikat (AS), termasuk mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan sekutu mantan Presiden Donald Trump, atas pelanggaran terhadap kedaulatan China dan campur tangan dalam urusan negara itu.

Sanksi tersebut melarang 28 individu dan keluarganya memasuki daratan China, Hong Kong dan wilayah otonom Makau. Perusahaan yang memiliki kaitan dengan mereka juga dilarang berbisnis dengan China.

BACA JUGA: Joe Biden Resmi Menjadi Presiden Ke-46 AS 

Beijing mengumumkan sanksi ini di hari yang sama saat masa jabatan Trump berakhir, dan penggantinya, Joe Biden dilantik pada Rabu (20/1/2021). 

Dalam pernyataannya kementerian luar negeri China mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka yang masuk daftar hitam termasuk "politisi anti-China" yang telah menunjukkan "kepentingan politik yang egois dan prasangka serta kebencian terhadap China," demikian diwartakan RT.

Ia juga mengklaim mereka yang terdaftar telah berkontribusi pada "serangkaian gerakan gila yang telah sangat mengganggu urusan internal China, merusak kepentingan China, menyinggung rakyat China, dan secara serius mengganggu hubungan China-AS."

BACA JUGA: Pidato Pertama, Biden Berjanji Perbaiki Hubungan AS dengan Negara-Negara Dunia

Mereka yang dikenai sanksi termasuk mantan ahli strategi kampanye Trump Steve Bannon, yang diampuni oleh presiden yang akan keluar pada jam-jam terakhir masa jabatannya, serta John Bolton, mantan penasihat keamanan nasional Trump.

Sanksi tersebut melanjutkan penurunan mengerikan dalam hubungan China-AS selama masa jabatan Trump, yang telah terjun ke titik terendah dalam beberapa hari terakhir.

Pada Rabu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying menuduh Pompeo menyampaikan "kebohongan berbisa", menyebutnya sebagai "badut terkutuk dan lelucon abad ini" setelah pejabat AS ituv menuduh China melakukan "genosida" terhadap Muslim Uighur.

Pompeo juga mendesak pengadilan internasional untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas "kekejaman".

Beijing dan Washington baru-baru ini juga berselisih tentang sejumlah masalah lain, termasuk penerapan undang-undang keamanan nasional China di Hong Kong, kedaulatan Taiwan, dan beberapa sengketa perdagangan. Pemerintahan Trump juga baru-baru ini memberlakukan serangkaian sanksi terhadap pejabat China atas dugaan peran mereka dalam menindak pengunjuk rasa di Hong Kong.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini