Blak-blakan, Eks Orang Dalam Sebut Boeing 737 Max Berpotensi Jadi Tragedi di Masa Depan

Agregasi BBC Indonesia, · Senin 25 Januari 2021 23:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 18 2350712 blak-blakan-eks-orang-dalam-sebut-boeing-737-max-berpotensi-jadi-tragedi-di-masa-depan-rCZkILXEZJ.jpg Boeing 737 Max (Foto: Reuters)

Berbagai upaya agar 737 Max aman diterbangkan telah difokuskan pada perancangan ulang peranti lunak MCAS, dan memastikannya tidak lagi dipicu kegagalan sensor tunggal.

Bagi Ed Pierson, ini tidak cukup. Sebagai veteran Angkatan Laut AS yang mengemban peran senior pada lini produksi 737 pada periode 2015-2018, dia merupakan saksi kunci dalam sesi dengar pendapat di Kongres AS terkait dua kecelakaan yang melibatkan 737 Max.

Dia mengatakan kepada para anggota Kongres bahwa dirinya menjadi begitu risau terhadap berbagai kondisi di pabrik, dia juga mengaku telah mengatakan kepada para bosnya bahwa dirinya ragu membawa keluarganya sendiri menumpang pesawat Boeing.

Dalam kesaksian pada 2018 itu, Pierson menyebut pabrik dalam kondisi "kacau" dan "gagal berfungsi" karena, klaimnya, para staf kewalahan mendapat tekanan dari para manajer untuk membuat pesawat baru secepat mungkin.

Kini, dia khawatir masalah-masalah ini diabaikan karena tergesa-gesa agar pesawat 737 Max bisa kembali mengangkasa.

Laporan Pierson mengutip materi investigasi resmi. Laporan itu mengklaim bahwa pesawat Lion Air dan Ethiopian Airlines mengalami—yang dia yakini—cacat produk, hampir bertepatan dengan penerbangan perdana.

Kecacatan ini menimbulkan masalah secara berkala pada sistem kendali penerbangan serta anomali kelistrikan yang berlangsung pada beberapa hari dan pekan sebelum kecelakaan.

Pierson mengklaim masalah-masalah itu merupakan gejala kecacatan pada sistem perkabelan pesawat, yang bisa berkontribusi pada kekeliruan pengaktifan MCAS.

Dia juga menyatakan kegagalan sensor turut berkontribusi pada dua kecelakaan seraya mempertanyakan mengapa kesalahan demikian terjadi pada mesin-mesin baru.

Dalam kasus pesawat Lion Air, sensor yang cacat diganti dengan suku cadang lain yang tidak dikalibrasi secara layak.

Semua pertanda ini, menurut Pierson, "merujuk kembali ke tempat pesawat-pesawat ini diproduksi, pabrik 737".

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini