Belasan Rumah di Kota Batu Terancam Longsor Imbas Pergerakan Tanah

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 02 Februari 2021 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 02 519 2355080 belasan-rumah-di-kota-batu-terancam-longsor-imbas-pergerakan-tanah-kDLZjcOxhZ.jpg Foto: BPBD Kota Batu

KOTA BATU - Belasan rumah di Kota Batu yang dihuni 15 kepala keluarga (KK) terancam ambruk imbas adanya pergerakan tanah. Pergerakan tanah telah terjadi sejak beberapa pekan lalu dan mulai membesar dari hari ke hari. Belasan rumah itu berada di RT 4 RW 10 Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kota Batu, Jawa Timur.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim mengatakan, alarm peringatan adanya longsor memang terus menyala sejak Senin (1/2) malam, lantaran pergerakan tanah yang terus terjadi.

Alarm early warning system (EWS) tanah longsor ini bahkan berbunyi 17 kali sepanjang hari Senin hingga pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Belasan Rumah di Sukabumi Retak Akibat Pergerakan Tanah

"Terakhir bunyi jam 20.00 WIB malam kemarin, kalau pagi hingga siang ini, belum berbunyi lagi. Dugaan awal hasil kaji cepat kemungkinkan terjadi gerakan tanah pada lokasi," ungkap Rochim saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (2/2/2021) siang. 

Disebut Rochim, pihaknya masih terus mengawasi pergerakan tanah yang berdampak pada 15 rumah dan empat fasilitas umum (fasum) itu. Bila nantinya hujan dan alarm kembali berbunyi, maka warga diminta untuk melakukan evakuasi agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Baca juga: Akses ke Kawah Ijen Putus Tertutup Longsor dan Banjir Bandang

"Ini kita masih proses penyiapan tempat evakuasi, jadi untuk sementara evakuasi dilakukan, kalau terjadi hujan atau saat alarm bunyi, warga kita minta mengungsi meninggalkan rumah ke tempat evakuasi," terangnya.  

"Kalau hujan reda atau alarmnya berhenti berbunyi, petugas kami akan mengecek kira-kira di lokasi apakah aman warga kembali atau nggak, sistemnya seperti itu, yang kita lakukan kalau aman warga kita perkenankan kembali ke rumah," imbuhnya. 

Hingga Siang ini, proses penyiapan pos pengungsian ke 15 kepala keluarga (KK) terus dilakukan. Hal itu membuat belum semua warga terdampak berada di tempat pengungsian.

"Sampai saat ini belum kita evakuasi karena tempat evakuasi juga masih proses kami dirikan. Kalau nanti alarmnya bunyi atau hujan akan kita minta untuk evakuasi," bebernya. 

Rochim menambahkan, dinding sejumlah rumah mulai muncul retakan. Hal ini yang mengindikasikan adanya pergerakan tanah di lokasi tersebut.  

"Kalau retakan-retakan beberapa rumah memang ada, retakan tanah juga ada. Jadi memang ya biasanya itu tanda-tanda pergerakan tanah. Jadi kita minta waspada," tukasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini