Rencanakan Serangan Bom, Diplomat Iran Divonis 20 Tahun Penjara di Belgia

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 05 Februari 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 18 2357105 rencanakan-serangan-bom-diplomat-iran-divonis-20-tahun-penjara-di-belgia-T9abSgdKOh.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

BRUSSELS - Seorang diplomat Iran yang dituduh berencana mengebom pertemuan kelompok oposisi emigran telah dipenjara selama 20 tahun di Belgia. Kaki tangan diplomat itu juga menerima hukuman penjara yang lama.

Pengadilan Antwerp menghukum Assadolah Assadi, seorang diplomat Iran yang sebelumnya berbasis di Wina, Austria dengan vonis maksimal 20 tahun di balik jeruji besi pada Kamis (4/2/2021). Ini adalah pertama kalinya seorang pejabat Iran diadili dan dijatuhi hukuman oleh negara anggota Uni Eropa (UE) karena pelanggaran terorisme.

BACA JUGA: Diduga Rancang Pengeboman, 6 Orang Termasuk Diplomat Iran Ditangkap di Eropa

Wartawan tidak diizinkan masuk ke ruang sidang untuk mendengarkan putusan, dengan seluruh gedung dijaga ketat oleh polisi yang didukung oleh kendaraan lapis baja dan helikopter.

"Putusan itu menunjukkan dua hal: Seorang diplomat tidak memiliki kekebalan atas tindakan kriminal... dan tanggung jawab negara Iran dalam pembantaian," kata Jaksa Penuntut Belgia Georges-Henri Beauthier sebagaimana dilansir RT.

Diplomat tersebut dinyatakan bersalah karena merencanakan untuk mengebom sebuah pertemuan Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI), sebuah kelompok oposisi emigran, di luar Paris, Prancis pada Juni 2018. Pengeboman itu digagalkan selama operasi gabungan oleh polisi Jerman, Prancis dan Belgia.

Tiga kaki tangan Assadi juga dinyatakan bersalah, masing-masing menerima hukuman 15, 17, dan 18 tahun. Para kaki tangannya, yang semuanya adalah warga ganda Iran-Belgia, juga diperintahkan untuk dicabut kewarganegaraan Belgia mereka.

BACA JUGA: Diplomat Iran Diadili Terkait Rencana Serangan Bom di Prancis

Persidangan dan putusan tersebut dipuji oleh kelompok oposisi emigran Iran, yang tidak melewatkan kesempatan untuk mengkritik Teheran.

"Ini adalah rezim secara keseluruhan yang diadili dalam persidangan ini - ini tentang terorisme negara," kata pemimpin NCRI Maryam Rajavi kepada AFP sebelum putusan itu.

Teheran mengecam hukuman terhadap Assadi. Sebelumnya, pihak berwenang Iran membantah terlibat dalam kasus pengeboman tersebut, dengan menganggapnya sebagai operasi tipuan oleh negara-negara Barat.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini